Zona Muslim

Hukum Tidur Seharian Saat Puasa Ramadhan, Pahala Berkurang?

×

Hukum Tidur Seharian Saat Puasa Ramadhan, Pahala Berkurang?

Sebarkan artikel ini
hukum tidur seharian saat puasa
Ilustrasi Hukum Tidur Seharian Saat Puasa || Photo by Yanalya on Freepik || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Hukum tidur seharian saat puasa di bulan Ramadhan telah ramai dibahas. Ya, puasa mengharuskan seseorang untuk tidak makan dan minum seharian sehingga berpotensi menurunkan stamina tubuh.

Akibatnya, tidak sedikit yang mengurangi aktivitas dan bahkan memilih untuk tidur seharian penuh. Nah, untuk mengetahui hukum tidur seharian selama puasa, yuk simak pembahasan berikut.

Apa Hukum Tidur Seharian Saat Puasa Ramadhan?

Berdasarkan madzhab Syafi’i dan mayoritas ulama, orang yang tidur seharian saat puasa di bulan Ramadhan dan sudah niat pada malam hari, maka ibadahnya dianggap sah. Sementara itu, bila tidur sepanjang hari dan meninggalkan kewajiban lain, seperti sholat, hal tersebut merupakan dosa.

Meski demikian, puasa yang sedang dilakukan tidak lantas batal. Tidur seharian ini biasanya menghasilkan kemalasan. Saat orang bermalas-malasan saat puasa, maka tidak akan mendapatkan pahala selain menahan lapar.

Hal ini pun tertuang dalam sebuah hadis di mana Rasulullah SAW bersabda, “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahalanya selain lapar dan berapa banyak orang yang sholat malam tidak mendapatkan selain begadang”. (HR. Ahmad)

Perlu diingat, derajat hukum sholat lebih tinggi dibandingkan dengan berpuasa. Karena itulah, puasa yang dilakukan menjadi tidak bernilai serta hukumnya menjadi tidak sah jika meninggalkan sholat.

Umat islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebaiknya melakukan kegiatan produktif. Sebab, amalan kebaikan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya sebanyak 70 kali lipat.

Benarkah Tidurnya Orang Puasa Dihitung Ibadah?

Hadis yang menyatakan bahwa tidurnya orang berpuasa adalah ibadah memang benar adanya. Akan tetapi, hadis ini seringkali dipolitisasi oleh masyarakat sebagai pembenaran akan sikap bermalas-masalan dan banyak tidur saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Padahal, pada kenyataannya hal tersebut tidaklah benar sama sekali. Imam al-Ghazali pun menjelaskan, “Sebagian dari tata krama puasa adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari hingga seseorang merasakan lapar, haus, dan merasakan lemahnya kekuatan, dengan demikian hati akan menjadi jernih”. (Imam al-Ghazali, Ihya’ Ulumid Din, juz 1, hal. 246)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *