Zona Muslim

Niat Bayar Hutang Puasa Ramadhan dan Ketentuannya

×

Niat Bayar Hutang Puasa Ramadhan dan Ketentuannya

Sebarkan artikel ini
hutang puasa Ramadhan
Ilustrasi Hutang Puasa Ramadhan || Photo by Rawpixel.com on Freepik || 5W1HINDONESIA.ID

Namun, saat hari Raya Idul Fitri, yakni 1 Syawal seorang muslim dilarang untuk berpuasa. Selain itu, ada pula hari-hari lain yang dilarang untuk mengqadha puasa, seperti hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah, serta hari tasyrik, yaitu 11, 12, dan, 13 Dzulhijjah.

Lakukan secara berurutan atau terpisah

Cara mengganti puasa yang perlu diketahui adalah melakukannya secara berurutan. Meski tidak wajib, namun puasa qadha Ramadhan lebih dianjurkan untuk dilakukan secara berurutan. Misalnya, jika tidak berpuasa di bulan Ramadhan selama 3 hari, maka disunnahkan untuk menggantinya dengan 3 hari berturut-turut.

Tidak dilakukan di hari Jumat

Waktu untuk mengganti puasa Ramadhan bisa dilakukan di hari selain hari Jumat. Hari Jumat bukanlah hari raya Islam, namun hal ini sesuai dengan hadis riwayat muslim yang berbunyi, “Janganlah kalian mengkhususkan hari Jumat untuk berpuasa dan malam harinya untuk bangun tidur”.

Larangan qadha puasa di hari Jumat tidak sampai pada tahapan yang diharamkan. Hanya saja, bagi orang yang telat mengerjakan puasa secara berturut-turut hingga Jumat, maka harus dilanjutkan hingga hari Sabtu.

Demikian informasi terkait hutang puasa Ramadhan yang perlu diketahui. Jika memiliki hutang di bulan puasa Ramadhan sebelumnya, pastikan untuk segera membayarnya karena merupakan suatu hal yang diwajibkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *