Zona Muslim

Niat Bayar Hutang Puasa Ramadhan dan Ketentuannya

×

Niat Bayar Hutang Puasa Ramadhan dan Ketentuannya

Sebarkan artikel ini
hutang puasa Ramadhan
Ilustrasi Hutang Puasa Ramadhan || Photo by Rawpixel.com on Freepik || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.IDZONA MUSLIM – Hutang puasa Ramadhan merupakan sesuatu yang harus dibayar oleh seluruh muslim di dunia. Ya, sebelum memasuki bulan Ramadhan, berbagai persiapan biasanya dilakukan umat Islam, salah satunya membayar hutang puasa.

Namun, ketika membayar hutang puasa dari bulan Ramadhan tahun sebelumnya, ada beberapa tata cara yang perlu diketahui. Nah, agar lebih paham mengenai tata cara bayar puasa, yuk simak ulasan selengkapnya berikut.

Niat Membayar Hutang Puasa Ramadhan

Ketika ingin mengganti puasa Ramadhan, dianjurkan untuk meniatkan di malam hari. Biasanya, setelah menjalankan sholat isya pun bisa langsung diucapkan agar tidak lupa. Adapun bacaan niat yang bisa dilafalkan, yakni “Nawaitu sauma ghadin ‘an  qadhā’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala”.

Niat ini memiliki arti, “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT”. Berdasarkan bacaan tersebut, terlihat sangat jelas jika niat harus dilakukan pada malam hari.

Setelah membaca niat, seseorang dapat langsung menjalankan puasa seperti biasa. Untuk menjalankan puasa qadha, umumnya dilakukan secara berurutan. Meski demikian, puasa qadha yang dilakukan tanpa berurutan pun tidak masalah.

Kapan Hutang Puasa Bulan Ramadhan Bisa Dibayar?

Puasa bulan Ramadhan pada dasarnya adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan. Akan tetapi, dalam melaksanakan ibadah ini Allah SWT memberikan keringanan kepada wanita hamil, menyusui, serta beberapa golongan. Adapun waktu tepat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan, yakni:

Sebelum pertengahan bulan Sya’ban dan akhir bukan Sya’ban

Hutang puasa sebaiknya dibayarkan sebelum memasuki bulan Ramadhan selanjutnya. Menurut pendapat ulama, terdapat dua batas waktu melakukan qadha puasa Ramadhan. Pertama, qadha puasa dapat dilakukan maksimal sebelum pertengahan bulan Sya’ban di tahun berikutnya.

Untuk itu, hukumnya makruh bila dikerjakan setelahnya. Pendapat kedua, qadha puasa dapat dilakukan melebihi pertengahan bulan Sya’ban tahun berikutnya hingga menjelang bulan Ramadhan.

Dilakukan di bulan-bulan selain hari terlarang

Waktu qadha puasa Ramadhan dapat dilakukan kapanpun pada hari lain setelah bulan Ramadhan dan sebelum bulan Ramadhan berikutnya. Untuk itu, setelah bulan Ramadhan berakhir, maka bisa langsung menggantinya di semua bulan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *