5W1HIndonesia.id, China – Rupanya nuklir tidak hanya digunakan sebagai alat pertahanan di dalam suatu negara, hal itu dibuktikan oleh China menggunakan yang menggunakan nuklir untuk membasmi nyamuk.
Dilansir dari kumparan melalui media pemerintah China, Global Times, bahwa peneliti di Nuclear Technology Research and Development Center of the China Atomic Energy Authority (CAEA) tengah mengembangkan teknologi nuklir untuk memberantas nyamuk.
Diklaim senjata biologis ini dapat memberantas nyamuk secara sekaligus dan juga mencegah penyakit yang berasal dari serangga tersebut. Negeri gingseng ini menyebut teknologi itu sebagai nuclear sterile insect technique (SIT).
Cara kerja SIT sendiri yakni menyebarkan radiasi untuk mematikan proses reproduksi nyamuk jantan yang berkembang biak di wilayahnya sehingga menjadi mandul. Dampaknya, nyamuk jantan tetap dapat melakukan proses kawin dengan nyamuk betina tetapi tidak dapat menghasilkan keturunan.
International Atomic Energy Agency (IAEA) juga turut memuji China dalam pengembangan teknologi SIT ini.
“Untuk pertama kalinya, kombinasi nuclear sterile insect technique (SIT) dengan incompatible insect technique (IIT) telah berhasil menekan populasi nyamuk, langkah yang menjanjikan dalam pengendalian nyamuk yang membawa demam berdarah, virus Zika dan banyak penyakit mematikan lainnya,” jelas IAEA kepada media setempat dikutip dari kumparan.
Pada 2019 lalu, para peneliti juga telah melakukan uji coba di Guangzhou, China yang juga didukung oleh IAEA bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO).
“SIT adalah metode pengendalian hama serangga ramah lingkungan yang melibatkan pemeliharaan massal dan sterilisasi hama target menggunakan radiasi, diikuti dengan pelepasan jantan steril secara sistematis melalui udara di atas area tertentu,” terang IAEA.
Direktur CAEA, Wu Zhongdao, mengatakan bahwa penerapan teknologi nuklir pembasmi nyamuk memiliki efektivitas yang kuat dan tahan lama. Juga diklaim tak menghasilkan polusi kimia yang membahayakan hewan lain atau resistensi obat pada nyamuk.
Pihaknya mencatat bahwa ini adalah satu-satunya teknologi biologis modern yang memiliki potensi untuk membasmi nyamuk tertentu di suatu wilayah dan mengendalikan penularan penyakit. (FO/SA)






