“PLN tidak hanya menghadirkan listrik untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendorong pemanfaatannya pada sektor produktif, salah satunya pertanian. Melalui Listrik Masuk Sawah, kami berharap petani semakin mudah memperoleh akses energi untuk mendukung irigasi, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan serta perekonomian daerah,” ujar Anas.
Menurut Anas, pengembangan infrastruktur kelistrikan untuk sektor pertanian juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. PLN siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam memperluas manfaat listrik bagi masyarakat, termasuk di kawasan pertanian.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengapresiasi dukungan PLN dalam menghadirkan jaringan listrik hingga ke area persawahan. Menurutnya, ketersediaan listrik menjadi salah satu solusi untuk mendukung sistem pengairan dan keberlanjutan aktivitas pertanian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN karena jaringan listrik kini telah menjangkau kawasan persawahan. Ini sangat membantu petani, khususnya dalam memenuhi kebutuhan irigasi. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas lahan, hasil panen, dan kesejahteraan petani,” ujar Ela.
Senada, Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Hermansyah, menilai dukungan infrastruktur kelistrikan memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian.
“Ketersediaan listrik di kawasan persawahan dapat mendukung pengoperasian sistem irigasi dan meningkatkan indeks pertanaman. Kami berharap sinergi antara sektor ketenagalistrikan dan pertanian terus diperkuat sebagai bagian dari upaya bersama mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional,” beber Hermansyah.
Melalui Program Listrik Masuk Sawah, PLN UP3 Metro terus mendorong pemanfaatan listrik sebagai energi penggerak sektor produktif. Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mengisi momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadirkan energi yang memberikan nilai tambah bagi petani dan perekonomian daerah. (Rls/SA)











