LampungTulang Bawang

Kehadiran Listrik PLN Jadikan Petambak Udang Dipasena Kembali Panen

77
×

Kehadiran Listrik PLN Jadikan Petambak Udang Dipasena Kembali Panen

Sebarkan artikel ini

Biasanya dalam 1 bulan biaya untuk membeli BBM guna keperluan genset mencapai 7 juta rupiah namun ketika menggunakan listrik PLN, kini biaya untuk keperluan listrik hanya 2 juta rupiah. Dengan kualitas listrik yang lebih baik dan murah otomatis meningkatkan keuntungan dari usahanya.

“Alhamdulillah dari panen kali ini bisa mendapat sekitar Rp 150 juta. Ini hanya satu tambak ya, satu tambak lagi saya panen dini waktu umur 60 hari. Saya kurang teliti mengamati udang dari awal, telat ngincir, dan udang kurang oksigen akhirnya 1 tambak itu banyak yang mati,” ujar Wagiran.

Baca Juga  Pemprov Lampung Ajak Semua Stakeholder Tingkatkan Budaya Bulan K3

Tidak jauh berbeda, Ketua P3UW Lampung, Suratman yang sangat mengapresiasi upaya PLN yang sudah berhasil menerangi Bumi Dipasena.

“Dengan hadirnya listrik ini, tentu Bumi Dipasena ini menjadi lebih produktif dan tetap menjadi lumbung udah nasional,” ujar Suratman.

Baca Juga  Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung Ikuti Akreditasi Perpusnas RI

Guna meningkatkan layanan listrik di Bumi Dipasena, pada Agustus lalu, PLN juga telah berhasil mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Tinggi Mesuji – Dipasena 150 kiloVolt, yang membentang sepanjang 73,6 kms (Kilo Meter Sirkuit), dan di topang 211 Tower.

“Hal ini merupakan komitmen PLN untuk terus mendukung program pemerintahan Presiden Joko Widodo, salah satunya dengan meningkatkan produksi udang dalam negeri, khususnya di Bumi Dipasena ini,” ucap General Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung, Pandapotan Manurung.

Baca Juga  Tinjau Jembatan Pulau Pasaran, Eva Dwiana Minta Jembatan Dilebarkan

Bumi Dipasena yang berada di Provinsi Lampung merupakan salah satu lumbung tambak udang nasional dengan udang windu dan udang vaname sebagai produk unggulan. Sebelumnya, Dipasena bahkan disebut sebagai tambak udang terbesar di Asia Tenggara. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *