5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Kementerian Haji dan Umroh mengambil langkah preventif terkait keberangkatan Haji dan Umroh dengan meminta penundaan keberangkatan di tengah memanasnya geopolitik di Timur Tengah. Hal itu di instruksikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak pada, Minggu (1/3/2026).
Kebijakan itu diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap warga negara Indonesia serta tanggungjawab penuh penuh pemerintah agar penyelenggaraan ibadah ini berjalan dengan aman dan nyaman.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Wamenhaj di Jakarta, Minggu (1/3/2026), dilansir dari laman Kemenhaj.
Walikota Eva Dwiana Siap Ikuti Arahan Pemerintah Pusat
Diwaktu yang berbeda, Walikota Eva Dwiana menyatakan kesiapannya untuk menjalankan instruksi pemerintah pusat terkait keberangkatan Umroh. Pasalanya, pada bulan April nanti dikatakan ada satu kloter umroh yang akan di berangkatkan.
“Kalau kita selalu ikuti apa kata pemerintah pusat. Jika pemerintah mengatakan aman kita berangkatkan dan jika tidak kita ikuti,” ujarnya usai mengisi kegiatan Safari Ramadan di kecamatan Tanjung Senang pada, Senin (2/3/2026).
Sebelumnya pemerintah kota Bandar Lampung telah memberangkat jemaah umroh yang dibiayai oleh APBD melalui program peningkatan iman dan taqwa dari bidang Kesra. Ia mengatakan, untuk jemaah yang sudah berangkat saat ini dalama kondisi baik dan aman.
“Untuk yang sudah berangkat saat ini alhamdulillah dalam kondisi baik dan aman,” pungkasnya.











