Bandar LampungLampungNasionalPemerintahan

Kepala BKKBN RI Hadiri Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2025 di Metro

32
×

Kepala BKKBN RI Hadiri Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2025 di Metro

Sebarkan artikel ini
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, menghadiri Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Mulyojati, Kota Metro || Foto: Istimewa
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, menghadiri Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Mulyojati, Kota Metro || Foto: Istimewa

“Kami mohon pengawalan, arahan, dan dukungan dari pemerintah pusat agar Lampung dapat terus berkontribusi aktif dalam membangun Indonesia sehat dan menyiapkan generasi emas 2045,” ujarnya.

Wagub juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, organisasi profesi, hingga masyarakat luas, untuk meningkatkan partisipasi dalam program KB, terutama KB pascapersalinan dan penggunaan MKJP.

Baca Juga  Tembus Fortune Global 500, PLN Terus Perkuat Daya Saing di Kancah Dunia

“Dengan kehamilan terencana, keluarga dapat memberikan perhatian, kasih sayang, dan dukungan finansial secara optimal kepada anak, sehingga tumbuh kembang anak berjalan baik dan risiko stunting bisa ditekan,” ucap Jihan.

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, menegaskan pentingnya program KB dalam upaya meningkatkan kualitas generasi bangsa.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan kontrasepsi tidak hanya bertujuan mengendalikan jumlah penduduk, tetapi juga mencegah kehamilan berisiko tinggi.

Baca Juga  Evaluasi Desaku Maju 2025, Pemprov Lampung Siapkan Strategi Penguatan Hilirisasi Desa

“Melalui program KB, masyarakat dapat menghindari empat kondisi kehamilan berisiko tinggi atau 4T, yaitu Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat (jarak kelahiran rapat), dan Terlalu Banyak (jumlah anak),” ujar Wihaji.

Menurutnya, penggunaan metode kontrasepsi adalah langkah strategis dalam pengaturan kehamilan, pengendalian pertumbuhan penduduk, serta pencegahan stunting.

Baca Juga  Sekdaprov Fahrizal Lakukan Pengecekan Rute Lampung Half Marathon dalam Rangkaian HUT Korpri ke-52

“Dengan KB, jumlah dan jarak kelahiran bisa direncanakan dan dikendalikan. Ini penting agar anak lahir dalam kondisi terbaik, sehat, dan tidak mengalami stunting,” tambahnya.

Menteri Wihaji pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun keluarga terencana demi terciptanya keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Rls/SA)