Ia juga berharap kegiatan ini akan tetap terus terlaksana secara rutin di sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Lampung ke depannya.
Riana Sari berpesan kepada para siswa untuk rutin melakukan donor darah karena menurutnya selain menyehatkan, donor darah juga bisa menumbuhkan rasa empati lewat setetes darah kepada yang membutuhkan.
“Karena setetes darah tersebut bisa menyelamatkan satu nyawa,” tandasnya.
Selain kegiatan donor darah, kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi atau mensosialisasikan kepada para siswa untuk paham resusitasi jantung paru atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) sejak dini.
CPR adalah tindakan pertolongan pertama Bantuan Hidup Dasar pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu.
CPR bertujuan untuk membuka kembali jalan napas yang menyempit atau tertutup sama sekali dengan melakukan beberapa teknik pemijatan atau penekanan pada dada. (Rls/SA)











