Mengingat dalam kondisi pandemi Covid 19, peserta aksi dipastikan mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan phisical distancing dengan pengendara.
“Kami terbuka untuk siapapun turut andil dalam aksi yang akan berlangsung sepekan selama niatnya untuk kemanusiaan, tentu harus memperhatikan keselamatan diri mengingat lokasi dijalan raya dan kondisi masih pandemi Covid 19, sampai Rabu kami nerima Komunitas baru, karena empat hari terakhir kami mau fokus galang dana,” ungkapnya.
Sementara Partnership ACT Lampung Shintia Erleni menjelaskan bahwa kebutuhan pengungsi meliputi kebutuhan fisik dan mental.
Untuk kebutuhan fisik diantaranya pangan, sandang, obat-obatan dan tempat tinggal. Sedangkan untuk mental yang paling urgent adalah menghilangkan rasa trauma terutama untuk anak-anak.
Untuk memberi solusi hal tersebut ACT telah mengirim Humanity Water Tank, Food Truck, Ambulance Pre Hospital dan Mobil Rescue. Selain itu kegiatan dukungan psikososial juga terus diberikan relawan di Aceh Utara.
“Kami juga sedang mengumpulkan beras untuk membantu pengungsi disana, harapanya bantuan tersebut bisa meringankan beban penderitaanya,” tutupnya. (Rls/SA)











