5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Kriteria makanan dan minuman halal penting dipahami agar kesadaran umat muslim akan sesuatu yang dikonsumsi semakin tinggi. Sesuai dengan syariat Islam, mengonsumsi makanan serta minuman halal merupakan suatu hal yang wajib.
Bahkan, orang yang menjaga dirinya dari makanan haram akan lebih mudah diijabah doanya oleh Allah SWT. Nah, untuk memahami lebih lanjut terkait kriteria makanan serta minuman yang halal, yuk simak pembahasan berikut.
Bagaimana Kriteria Makanan dan Minuman Halal?
Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 16, dijelaskan mengenai makanan halal yang artinya “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.
Makanan maupun segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh menentukan apakah suatu doa akan diijabah atau tidak. Karena itu, ada beberapa kriteria makanan dan minuman yang tergolong halal, di antaranya:
1. Wujud dan Kandungannya
Umumnya, seluruh makanan dan minuman itu halal, kecuali yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasul. Namun, daging hewan yang sudah berupa bangkai, masih ada darah, daging babi, hewan yang mati tercekik, terpukul, jatuh, ditanduk, bekas terkaman binatang buas, dan disembelih atas nama selain Allah termasuk haram.
Makanan yang halal juga bersih dan tidak dalam keadaan menjijikan. Hal ini bukan tanpa alasan sebab makanan yang tidak bersih bisa membahayakan kesehatan. Karena itu, makanan yang sudah diproses halal tetapi dalam keadaan kotor dan basi juga bisa berubah menjadi haram.
2. Cara Mendapatkannya
Salah satu kriteria dari makanan dan minuman yang tergolong halal adalah cara mendapatkannya. Berdasarkan syariat Islam, makanan serta minuman akan dianggap halal jika cara mendapatkannya juga halal.
Maksudnya, yaitu makanan jadi maupun bahan makanan diperoleh dari hasil bekerja di jalan yang benar. Apabila uang untuk membeli makan didapat dari hasil menipu, riba, atau mencuri, maka jelas menjadi haram.
3. Cara Penyajiannya
Makanan yang halal juga harus disajikan dan disimpan dengan cara tepat. Meski terkesan sepele, tetapi cara penyajian serta penyimpanan makanan maupun minuman tak boleh diabaikan begitu saja.







