5W1HIndonesia.id, Health – Buang Air Besar (BAB) merupakan proses alamiah di kehidupan makhluk hidup. Tidak hanya hewan manusia pun juga wajib rutin melakukan BAB untuk membuang zat-zat sisa makanan.
Pentingnya pengetahuan agar tidak Buang Air Besar (BAB) sembarangan adalah salah satu bentuk sanitasi yang baik di kehidupan manusia maupun lingkungan.
Menciptakan sanitasi yang baik tentunya perlu fasilitas pendukung seperti adanya toilet atau WC. Tetapi masih ada beberapa negara yang penduduknya melakukan BAB sembarangan meski sudah ada tempat yang disediakan.
Mengutip United Nation, dampak buruk dari BAB sembarangan, tinja dapat menyebabkan berbagai macam penyakit; paling umum adalah diare dan infeksi cacing usus. Penyakit lain yang bisa disebabkan adalah tipus, kolera, hepatitis, polio, trachoma, dan lain-lain.
Dilansir dari Berita Viral, pada 2020 sebanyak 5 persen populasi dunia masih melakukan BAB sembarangan. Sembilan dari 10 orang yang gemar BAB sembarangan bermukim di Asia Tengah dan Selatan (233 juta) dan Afrika Sub-Sahara (197 juta).
Adapun Indonesia sendiri, mengutip Index Mundi, masuk peringkat 48 pada 2017 silam dengan persentase 9-10 persen. Angka tersebut turun jadi 6 persen pada 2020, yang berarti sekitar 16.410.000 orang BAB sembarangan.
Sementara India, meski hanya 15 persen dan peringkat 19 dari persentasenya, menjadi penyumbang massa terbanyak yakni sekitar 207 juta orang.
Berdasarkan data dari Global Health Observatory (GHO) dari World Health Organization ada beberapa negara-negara yang kebanyakan penduduknya masih gemar melakukan BAB sembarangan.
Ada 5 daftar negara dengan persentase terbesar BAB sembarangan pada 2020, diantaranya:
1. Niger, 68 persen dari total populasi
2. Eritrea, 67 persen dari total populasi (data 2016)
3. Chad, 64 persen dari total populasi
4. Benin, 52 persen dari total populasi
5. Namibia, 47 persen dari total populasi
Beruntungnya, kebiasaan BAB sembarangan setiap tahunnya berkurang. Dari 2000-2020, penggemar BAB sembarangan berkurang dari tadinya 1,229 miliar jiwa hingga kini 494 juta orang di dunia. Rata-rata per tahun berarti ada 37 orang di dunia BAB sembarangan.
Beberapa alasan dari orang yang masih melakukan BAB sembarangan, diantaranya kurang fasilitas toilet, tempat yang disediakan tidak aman atau nyaman, hingga yang tak berkaitan dengan toilet seperti faktor pendidikan dan sebagainya. (FO/SA)







