Untuk itu, Lampung dan Banten akan memperkuat komunikasi dan dukungan politik dengan KONI provinsi lain di seluruh Indonesia.
“Langkah kita sudah tepat. Sekarang tinggal menjaga konsolidasi dan menunjukkan keseriusan Lampung. Kita tidak sekadar mendaftar, tapi maju perang untuk mewujudkan Lampung–Banten sebagai tuan rumah PON 2032,” tegas Sekda.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Lampung dan KONI akan segera menjadwalkan pertemuan tingkat gubernur guna mendeklarasikan secara resmi kesiapan dan komitmen kedua daerah dalam pencalonan tuan rumah PON 2032.
Sebelumnya, dikutip dari Kantor Berita Radio Republik Indonesia (RRI), Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, mengatakan bahwa sinkronisasi tengah dilakukan antara KONI dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Bappeda, Dinas Cipta Karya, serta Biro Hukum Pemerintah Provinsi Lampung.
“Langkah awal ini penting agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama terkait pembagian peran dan kesiapan fasilitas olahraga yang akan digunakan nantinya,” ujar Riagus.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dari total 43 cabang olahraga wajib, Lampung memilih 20 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di wilayahnya.
Adapun dari daftar hadir audiensi, pertemuan tersebut dihadiri oleh Plh. Kadispora Banten Nanang Sutisna, Bidang Prestasi Dispora Banten Agus Sanjaya, Sekretaris Dinas Bappeda Sugeng, Kasi PUPR Regen, Wakil Ketua KONI Banten Ajat Sudrajat, serta Sekretaris Umum KONI Banten Tigar.
Dari pihak Pemerintah Provinsi Lampung turut mendampingi pejabat dari Dinas Pemuda dan Olahraga, Bappeda, Dinas Kominfo dan Statistik, Dinas PKP dan Cipta Karya, Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, serta Biro Hukum. (Rls/SA)






