Meski merupakan warga perantauan, Yunika berharap, masyarakat Karo Sumatera Utara tidak eksklusif dan terus berbaur dengan seluruh etnis, agama, dan ras masyarakat Lampung lainnya.
Selain tentunya turut serta mendukung pembangunan di Bumi Tapis Berseri di bidang apapun juga. “Sesuai dengan ungkapan pepatah Di mana Bumi Dipijak, Disitu Langit dijunjung,” tandasnya.
Hal senada dikatakan Prananta Ginting, ketua pelaksana kegiatan menjabarkan secara umum acara terlaksana dengan baik dan lancar.
Peserta semuanya merupakan marga ginting, anak beru dan anak beru mentri yang tersebar di seluruh Kabupaten/ Kota di Lampung.
“Adapun tujuan utamanya, silaturahmi sekaligus terus menjalin keakraban antar keluarga besar khususnya di Lampung,” papar Prananta.
Secara teknis, acara dimulai pembukaan, menyanyikan lagu Tanah Karo Simalem oleh semua audien dan selanjutnya menari bersama menurut urutan yang sudah disusun oleh panitia.
Kemudian dilanjutkan makan bersama dan diteruskan kembali dengan menari bersama. Acara itu sendiri selesai sekitar pukul 22.00 WIB. (Rls/SA)






