“Namun untuk beberapa keperluan mereka diperbolehkan ke kampus. Misalnya ujian skripsi boleh di kampus karena melibatkan sangat sedikit orang, sehingga physical distancing mudah dilakukan,” jelasnya.
Lanjut Kahfi mengatakan bahwa kebijakan lebih terinci mengenai perkuliahan di tahun ajar mendatang sedang dipersiapkan sambil mencermati perkembangan peredaran Covid-19 di Lampung secara khusus dan di Indonesia secara umum.
“Dalam waktu dekat, perkuliahan di Unila belum akan berlangsung seperti sebelum pandemik ini,” tegas Kahfi.
Ia menuturkan bahwa Unila saat ini masih melihat situasi pandemi ini sebagai peluang untuk membangun pembelajaran daring yang andal.
“Seperti mungkin sudah diketahui masyarakat, sebenarnya sebelum wabah ini Unila sedang mempersiapkan infrastruktur perkuliahan daring lewat UPT TIK. Juga, FKIP sudah memulai blended learning meski belum dengan kecepatan penuh,” jelasnya.
“Dengan wabah ini, semua itu diakselerasi agar sesegera mungkin perkuliahan daring bisa jauh lebih memuaskan,” pungkasnya. (FO/SA)











