BSN tentunya sangat mendorong industri yang menerapkan SNI mainan anak. Kepala BSN. Kukuh S. Achmad saat melakukan kunjungan industri bersama wartawan di pabrik PT SHP, Kapuk Kamal, Jakarta pada Rabu (15/2/202) mengatakan bahwa BSN mengapresiasi produk mainan karya anak bangsa.
“Kami sangat mengapresiasi industri karya anak bangsa, apalagi produknya berstandar, tidak kalah bersaing dengan produk mancanegara,” ujar Kukuh.
Menurut Kukuh, penerapan SNI pada mainan anak sangatlah penting. Hal ini mempertimbangkan resiko atas penggunaan mainan.
“Tanpa standar, risiko bahaya yang ditimbulkan cukup besar. Hal ini dapat mengancam keselamatan dan keamanan anak. Tidak hanya itu, dengan standar juga dapat mencegah masuknya produk impor dengan kualitas rendah. Karena tidak jarang, masih ditemukan produk mainan yang belum ber-SNI,” jelas Kukuh.
Dengan semakin banyaknya organisasi/ perusahaan yang menerapkan SNI mainan anak, Kukuh berharap risiko dan bahaya penggunanaan mainan anak yang tidak berstandar bisa dicegah seminimal mungkin.
“BSN mengajak dan mendorong terus kepada pelaku industri untuk menerapkan SNI mainan anak secara konsisten sehingga dapat meningkatkan kualitas dan daya saing nasional serta mencegah produk non standar masuk ke Indonesia,” tandas Kukuh.
Menanggapi pernyataan Kukuh, Direktur Utama PT SHP, Hary Tio mengungkapkan dengan adanya SNI, produknya tidak kalah bersaing dengan produk di mancanegara.
Selain itu, dengan SNI pihaknya dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan aman untuk masa depan bangsa yakni anak-anak Indonesia.
Saat ini, lanjut Hary, berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI), pengusaha mainan sejenis di Indonesia berjumlah 59, yang terdiri dari 27 Pedagang Besar; lebih dari 50 Importir dan 6 Industri.











