Tingkat literasi yang masih belum tinggi, diangka 38,03% di tahun 2019, harus ditingkatkan sesuai target tahun 2024 sebesar 50%. Demikian juga tingkat Inklusi Keuangan yang masih berada di angka 76,19% harus ditingkatkan menjadi 90% di tahun 2024.
Tugas yang cukup berat dan menjadi tantangan kita untuk menuju kearah sana dan tentunya hal ini harus dibarengi dengan upaya-upaya melalui program berkelanjutan sampai tahun 2025.
Dalam sambutan Deputi Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Sarjito, yang hadir secara daring mewakili Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan pentingnya meningkatkan Inklusi Keuangan yang dibarengi dengan literasi yang baik.
“Bulan Inklusi Keuangan yang melibatkan industri jasa Keuangan, kementerian dan lembaga serta stakeholder terkait, harus dapat menjawab tantangan pencapaian tingkat Inklusi di tahun 2024 yang sebesar 90%. Ini perlu kerja sama dan dukungan dari semua pihak,” kata Sarjito.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Dr. Safari Daud, M.Sos.I, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Tulus Suryanto, S.E, M.M.
Lalu, perwakilan dari Pemkot Bandar Lampung, Pemkab Lampung Timur, Pemkab Tanggamus, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiyono, Pimpinan Asosiasi Industri Jasa Keuangan, Muslimat, Fatayat dan Fasantri beserta Ibu Nyai, Ning dan Santriwati serta pelajar dan mahasiswa peserta lomba.
Pada kesempatan tersebut, Bambang memaparkan kegiatan yang telah dilakukan sepanjang bulan Oktober 2022 ini. Sepanjang bulan Oktober 2022, OJK Provinsi Lampung berkolaborasi dengan industri jasa Keuangan dan stakeholder terkait, telah melaksanakan kegiatan yaitu diskusi OJK bersama ISPI (Ikatan
Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia), Pemberdayaan Bank Sampah di Kabupaten Tanggamus
(bekerjasama dengan PT Pegadaian).
Kemudian, Inklusi Keuangan Syariah untuk Fasantri, Muslimat dan Fatayat di Lampung Timur (kerja sama dengan Perbankan Syariah), Gerakan Kampung Sadar Asuransi di Kecamatan Raja Basa (bekerjasama dengan AAUI), Lomba Penulisan Artikel Inklusi Keuangan.





