2. Olahraga di sore hari
Olahraga sore membantu meningkatkan kinerja sehari-hari. Menjelang siang, kadar kortisol dan testosteron membantu otot memproses energi dengan lebih efisien. Profesor University of South Carolina Shawn Arent menyebut banyaknya karbohidrat yang dikonsumsi saat siang hari, dapat menjadi sumber utama energi untuk berolahraga.
Sore hari adalah pilihan terbaik untuk berolahraga bagi mereka yang tidur larut malam. Keringat yang dikeluarkan saat berolahraga di sore hari dapat membantu proses bangun tidur yang biasanya sulit dilakukan kebanyakan orang.
3. Olahraga di malam hari
Beberapa orang mungkin lebih energik jika melakukan aktivitas seperti olahraga saat malam hari. Olahraga yang dilakukan saat malam dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam sebuah studi pada 2019 yang diterbitkan Cell Metabolism, oksigen yang digunakan selama olahraga di malam hari lebih sedikit dibandingkan saat waktu lainnya. Penggunaan oksigen yang lebih sedikit, menurunkan detak jantung dan membuat olahraga jadi kurang intens. Lari beberapa putaran dapat dilakukan saat melakukan olahraga di malam hari.
Kegiatan berolahraga saat malam membantu menghilangkan stres. Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Sports Psychology mendukung pernyataan tersebut. Satu gerakan badan dapat mengurangi kecemasan. Rasa cemas sering kali memperburuk insomnia. Hindari berolahraga dengan jarak waktu yang terlalu dekat dengan jam tidur.
Pelatih Lari yang juga Pengajar Sports and Exercise Science the University of Minnesota Christopher Lundstrom mengatakan mengakhiri hari dengan aktivitas santai seperti yoga adalah cara yang bagus untuk menyatukan latihan meditasi yang menenangkan dengan olahraga yang kuat saat pagi hari. (SA)











