Bandar LampungLampung

Efektif! Pembayaran Retribusi Nontunai BRI Dongkrak PAD dan Wujudkan Paperless di Bandar Lampung

×

Efektif! Pembayaran Retribusi Nontunai BRI Dongkrak PAD dan Wujudkan Paperless di Bandar Lampung

Sebarkan artikel ini

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengambil langkah maju yang signifikan dalam pengelolaan keuangan daerah. Dalam upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menutup celah kebocoran, Pemkot kini mewajibkan pembayaran retribusi daerah secara nontunai melalui Bank BRI, menggantikan sistem pembayaran manual yang rentan.

Inovasi ini diyakini tidak hanya memperkuat transparansi, tetapi juga mendorong efisiensi layanan publik serta mendukung inisiatif ramah lingkungan.

Transparansi Keuangan Menjadi Fokus Utama

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, Yusnadi Feriyanto, menegaskan bahwa sistem baru ini sepenuhnya menghilangkan perantara tunai.

“Kita tidak terima uang tunai lagi. Semua pembayaran melalui Bank BRI untuk menghindari potensi kebocoran retribusi,” jelas Yusnadi, pada Rabu (12/11).

Proses pembayaran diatur ketat melalui Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) yang rutin diterbitkan setiap bulan kepada para pelaku usaha. Masyarakat kini wajib menyalurkan pembayaran langsung ke rekening pemerintah daerah, memastikan setiap transaksi tercatat dan termonitor secara digital.

Efisiensi, Kepedulian Lingkungan, dan Peningkatan PAD

Lebih dari sekadar mencegah kebocoran, implementasi pembayaran nontunai ini merupakan bagian integral dari strategi digitalisasi pelayanan publik.

“Tujuannya bukan hanya soal transparansi keuangan, tapi juga efisiensi dan kepedulian lingkungan,” tambah Yusnadi.

Dengan beralih ke sistem digital, Pemkot secara aktif mengurangi penggunaan kertas (paperless), sejalan dengan komitmen dukungan terhadap kelestarian lingkungan.

Sejak program nontunai ini berjalan efektif sekitar tiga hingga empat bulan terakhir, hasilnya menunjukkan tren yang sangat positif. Proses pembayaran menjadi lebih lancar, dan realisasi retribusi dilaporkan mengalami peningkatan yang signifikan.

“Program ini justru mempercepat arus pembayaran. Kalau ada tunggakan, kami tinggal kirimkan surat teguran melalui sistem,” ungkap Yusnadi, menyoroti kemudahan penagihan.

Komitmen Pemkot untuk Masa Depan yang Modern

Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam memperkuat pengelolaan keuangan daerah. Pada akhirnya, modernisasi layanan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintah kota.

“Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen terus meningkatkan PAD melalui sistem yang transparan, efisien, dan modern,” tutupnya, menandaskan keseriusan Pemkot dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan berkelanjutan.