Ia kemudian menuturkan bahwa Pemprov Lampung di bawah arahan Gubernur memberikan arah kebijakan yang jelas mengenai program yang selaras dengan kebutuhan riil masyarakat desa. Hal ini melahirkan kesepakatan riset berbasis kebutuhan (need-based research).
”Ternyata kemudian beliau juga ikut yang menjelaskan kepada kami apa yang dibutuhkan sesungguhnya oleh Lampung, oleh desa gitu ya. Jadi kita bagi, yang bagian pertama dari ITERA itu men-propose, mengusulkan output riset yang memang betul-betul bisa diimplementasikan. Pada sisi yang lain, Pak Gub ini, itu yang kita sebut dengan need-based research, jadi penelitian yang betul-betul didasarkan kebutuhan,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor ITERA juga mengapresiasi pemahaman mendalam Gubernur Lampung terhadap isu strategis hilirisasi industri mineral, termasuk pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ). Selain itu, pertemuan ini menghasilkan langkah akselerasi penyediaan alat pengering (dryer) guna mendukung tiga komoditas prioritas.
”Dan ternyata beliau ini sudah banyak gerakannya ya. Tadi saya agak surprise betul. Saya ini mau introduce LTJ ke beliau, ternyata beliau jauh lebih paham tentang LTJ. Mudah-mudahan ini kita bisa follow up, termasuk tadi beberapa komitmen kita ya. Insyaallah kita bisa speed up. Ada dryer, kemudian tiga komoditas yang utama yang memang kita utamakan, yaitu singkong, jagung, kemudian padi,” tutur Prof. Elfahmi.
Menutup keterangannya, Rektor ITERA menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti seluruh poin kesepakatan secara taktis agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat Lampung, khususnya para petani di desa-desa.
”Intinya, pertemuan malam ini sekali lagi saya bahagia sekali. Betul-betul Pak Gub terima kasih sekali. Kita dapat bukan hanya pencerahan, tapi hal-hal yang memang kita bisa follow up untuk kemajuan Lampung, terutama desa-desa begitu. Terima kasih sekali Pak Gub dan tentunya jajaran beliau. Jadi kita follow up bersama,” tandasnya.
Sinergi antara Pemprov Lampung dan ITERA diharapkan mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan, hilirisasi komoditas lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan di Provinsi Lampung secara berkelanjutan. (Rls/SA)











