Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diidentifikasi sebagai motor penggerak perekonomian desa. Gubernur mendorong BUMDes untuk mengelola potensi pangan desa secara menyeluruh, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran.
Penguatan kelembagaan BUMDes, peningkatan akses permodalan, serta sinergi dengan UMKM dan koperasi dinilai sangat penting. Selain itu, koperasi juga memegang peranan vital sebagai wadah gotong royong ekonomi desa.
“Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menjadi mitra strategis BUMDes dengan penguatan tata kelola yang baik, keterbukaan manajemen, dan perluasan jaringan pemasaran berbasis komunitas,” ujar Gubetnur.
Gubernur mengingatkan bahwa semua upaya tersebut harus berjalan seiring dengan program unggulan “DesaKu Maju”. Program ini bertujuan mempercepat kecepatan dan daya saing desa dengan mengintegrasikan Dana Desa, BUMDes, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar utama.
“Desa yang maju tentu akan memperkuat Lampung sebagai lumbung pangan nasional,” tandasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkomitmen penuh untuk memberikan pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi akses permodalan dan pemasaran kepada desa-desa.
Digitalisasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor dari pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat juga akan terus didorong.
“Melalui Apel hari ini, saya berharap ASN kita semakin profesional, desa-desa kita semakin berdaya, dan masyarakat Lampung semakin sejahtera. Mari kita ajak semua untuk bekerja dengan semangat gotong royong dan integritas tinggi demi mewujudkan cita-cita kita bersama, yaitu Lampung Maju Menuju Indonesia Emas,” ucapnya. (Rls/SA)











