“Seperti kaki palsu, tangan palsu, tongkat penuntun, kursi roda, alat bantu dengar dan sebagainya sesuai kebutuhan penyandang disabilitas,” katanya.
Termasuk pemberian bantuan sosial sembako bagi penyandang disabilitas dan bantuan usaha ekonomi produktif untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).
“Marilah kita untuk senantiasa menguatkan tekad dan komitmen dalam menyelenggarakan upaya-upaya penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, dengan mencetuskan prakarsa-prakarsa yang inovatif, strategis dan inklusif,” katanya.
Pada kesempatan itu, diserahkan bantuan hibah dari Gubernur Lampung untuk dapur difable sebesar Rp50 Juta dan bantuan usaha ekonomi produktif untuk 27 LKS sebesar Rp405 Juta.
Acara ini dihadir secara virtual oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia Kemenko PMK Ricky Radius Siregar.
Kemudian hadir para Komisioner KND RI dan Komite Disabilitas Daerah seluruh Indonesia secara virtual. (Rls/SA)











