5W1HINDONESIA.ID, BANDAR LAMPUNG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre IV Tanjungkarang resmi merilis rangkaian KA New Rajabasa untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Meski hadir dengan fasilitas kelas ekonomi premium, KAI memastikan tidak ada kenaikan harga tiket bagi masyarakat.
Manajer Angkutan Fasilitas dan Layanan Penumpang, Eko Dhodit, menjelaskan bahwa transformasi utama terletak pada perombakan interior gerbong. Kapasitas kursi dikurangi dari 32 menjadi 22 kursi per gerbong guna memberikan ruang kaki (legroom) yang lebih luas bagi penumpang.
“Kursi kini telah dilengkapi dengan fasilitas reclining seat agar penumpang dapat mengatur posisi sandaran, sehingga terhindar dari ketidaknyamanan akibat jarak antarbaris yang sempit,” ujar Eko Dhodit dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Selain kenyamanan fisik, KAI juga memastikan desain interior diperbarui dengan pendingin udara (AC) yang lebih baik. Meski mendapatkan peningkatan fasilitas, harga tiket relasi Tanjung Karang–Kertapati tetap dibanderol Rp32.000. Stabilitas harga ini dimungkinkan berkat adanya subsidi Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah pusat.
Tanggapan Positif dan Rencana Penambahan Jadwal
Modernisasi ini disambut antusias oleh masyarakat. Pada hari peluncuran, tingkat keterisian kursi mencapai angka maksimal (640 penumpang).
Menanggapi banyaknya permintaan penambahan jadwal perjalanan, khususnya untuk rute malam hari, pihak KAI menyatakan telah menjadikannya sebagai atensi serius.
“Saat ini sedang dilakukan survei dan kajian kebutuhan perjalanan malam. Dalam waktu dekat, akan ada penyesuaian Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) untuk mengakomodasi masukan pelanggan,” tambah Eko.
Imbauan Pemesanan Tiket
Terkait keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan tiket, KAI mengimbau agar penumpang lebih disiplin melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI. Eko menegaskan pentingnya memahami periode pemesanan yang berbeda di setiap layanan.
KA Rajabasa dapat dipesan sejak H-45 sebelum keberangkatan, sementara untuk KA Stabas, pemesanan dibuka mulai H-7.
Di sisi lain, untuk menjawab tingginya animo masyarakat, KAI kini tengah mengusulkan penambahan alokasi subsidi PSO untuk KA Stabas dan KA Sriwijaya.
Langkah ini diharapkan mampu menambah jumlah rangkaian kereta sehingga kapasitas angkut dan frekuensi perjalanan dapat ditingkatkan di masa mendatang.
Tanggapan Penumpang
Sejumlah penumpang kereta api memberikan tanggapan positif terkait peluncuran KA New Rajabasa yang dinilai lebih nyaman dibandingkan unit sebelumnya.
Salah satu penumpang, Eliana Irawati (30-an), warga Tanggamus, menyatakan bahwa kursi pada gerbong terbaru terasa lebih empuk dan memiliki jarak antarbaris yang lebih lega.
“Ini pertama kali saya mencoba gerbong tipe baru ini. Sebelumnya saya sudah tiga kali naik menggunakan gerbong lama. Perbedaannya sangat terasa, kursinya jauh lebih nyaman dan posisinya lebih enak,” ujar Eliana saat ditemui di stasiun, Sabtu (4/7/2026).
Selain kenyamanan tempat duduk, Eliana menyoroti perubahan tata letak fasilitas di dalam gerbong. Ia mencatat bahwa tempat gantungan barang kini dipindahkan ke posisi atas, berbeda dengan konfigurasi sebelumnya yang berada di bagian bawah.
Sementara itu, ketersediaan colokan listrik untuk mengisi daya perangkat elektronik tetap tersedia seperti pada gerbong lama.
“Gerbong kantinnya juga terasa lebih lega sekarang. Untuk fasilitas dasar lainnya, seperti colokan listrik, masih sama dan berfungsi dengan baik,” tambahnya.
Meskipun dari sisi fasilitas fisik mendapat apresiasi, aksesibilitas pembelian tiket untuk gerbong baru ini masih menjadi kendala bagi sebagian penumpang. Eliana mengungkapkan bahwa tiket untuk perjalanan tersebut cukup sulit didapatkan.
“Biasanya “war” tiket dibuka 45 hari sebelum keberangkatan, namun untuk periode ini tiket baru muncul di sistem sekitar tiga minggu sebelum tanggal berangkat. Untungnya saya masih berhasil mendapatkannya,” jelasnya.
Hingga saat ini, tarif tiket untuk layanan tersebut belum mengalami perubahan dan tetap dibanderol sebesar Rp32.000 per perjalanan.
Pihak pengelola transportasi kereta api diharapkan dapat meningkatkan kuota atau memperluas masa penjualan tiket guna memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan terbaru ini.











