5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengganti rangkaian Kereta Api (KA) Rajabasa relasi Tanjung Karang–Kertapati mulai 4 Juli mendatang.
Penggantian ini menghadirkan fasilitas yang lebih modern dan nyaman bagi penumpang, meskipun kapasitas angkut per kereta mengalami penurunan signifikan.
Manajer Humas PT. KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari menyatakan bahwa rangkaian baru tersebut menggunakan formasi kursi 2-2, berbeda dengan rangkaian lama yang menggunakan formasi 2-3.
Perubahan konfigurasi ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dengan memberikan ruang kaki yang lebih lega dan menghilangkan posisi duduk berhadapan langsung atau “beradu dengkul”.
“Penumpang akan merasakan kenyamanan lebih karena kursi dapat dimundurkan (reclining), dilengkapi sandaran tangan pemisah, colokan listrik eksklusif, serta sistem pendingin udara yang lebih baik,” ujar Zakki.
Selain peningkatan kenyamanan individu, komposisi rangkaian juga diperbarui. Rangkaian baru terdiri dari 10 kereta, yakni delapan kereta ekonomi (K3), satu kereta makan yang didesain lebih modern, dan satu kereta pembangkit.
Hal ini merupakan penyempurnaan dari rangkaian sebelumnya yang dinilai kurang optimal dalam pembagian fasilitas.
Dampak dari perubahan formasi kursi menjadi 2-2 adalah berkurangnya kapasitas penumpang. Jika sebelumnya satu kereta mampu menampung 106 orang, kini kapasitasnya berkurang menjadi 80 orang per kereta.
Secara total, kapasitas satu kali keberangkatan KA Rajabasa turun dari 848 penumpang menjadi 640 penumpang.
“Kami tidak berorientasi pada revenue, namun PT. KAI berupaya untuk memberikan pengalaman yang berbeda kepada calon penumpang,” tambahnya.
Meski terjadi peningkatan fasilitas dan pengurangan kapasitas, KAI menegaskan bahwa tarif tiket tetap dipatok di angka Rp32.000. Harga tersebut tidak mengalami kenaikan karena masih diberlakukannya mekanisme Public Service Obligation (PSO) atau subsidi pemerintah.
“Tarif tetap flat sebesar Rp32.000 karena ini merupakan bentuk subsidi negara untuk masyarakat Lampung dan Palembang agar mendapatkan layanan yang lebih baik tanpa beban biaya tambahan,” jelasnya.
Terkait ketersediaan tiket, penjualan untuk perjalanan mulai 4 Juli telah dibuka. Mengingat periode tersebut berdekatan dengan masa angkutan liburan, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Beberapa tanggal favorit tercatat sudah habis terpesan, dengan mayoritas tujuan penumpang mengarah ke Kertapati dan Prabumulih.
KAI mengimbau calon penumpang untuk segera memesan tiket mengingat kapasitas angkut yang lebih terbatas dibandingkan rangkaian lama. Sementara itu, rangkaian KA Rajabasa versi lama telah resmi berhenti beroperasi sepenuhnya.











