LampungPemerintahanTulang Bawang

Penantian 30 Tahun Warga Rawa Pitu Berakhir, Infrastruktur Mulai Dibenahi

149
×

Penantian 30 Tahun Warga Rawa Pitu Berakhir, Infrastruktur Mulai Dibenahi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turun langsung menembus debu jalanan untuk meninjau penanganan reaksi cepat ruas jalan Gedong Aji – Umbul Mesir, Kecamatan Rawa Pitu, Selasa (3/3/2026) || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turun langsung menembus debu jalanan untuk meninjau penanganan reaksi cepat ruas jalan Gedong Aji – Umbul Mesir, Kecamatan Rawa Pitu, Selasa (3/3/2026) || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Tulang Bawang — Di tengah hamparan lumbung pangan Tulang Bawang, sebuah penantian panjang selama lebih dari 30 tahun akhirnya menemui titik terang.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turun langsung menembus debu jalanan untuk meninjau penanganan reaksi cepat ruas jalan Gedong Aji – Umbul Mesir, Kecamatan Rawa Pitu, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga  Warga Solid Bergerak Perbaiki Jalan Budi Utomo Metro

Sebelumnya, Gubernur juga meninjau ruas Sp. Unit VIII – Gedong Aji di Kecamatan Banjar Baru.

​Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan jawaban atas jeritan hati petani yang selama puluhan tahun bergelut dengan infrastruktur yang lumpuh.

Rawa Pitu, sang raksasa penghasil padi, sawit, dan karet, kini diprioritaskan untuk merdeka dari belenggu jalan rusak yang selama ini mengancam harga komoditas rakyat.

Baca Juga  Dua Tahun Jalan Rusak, Warga Kecamatan Pekalongan Minta Dilakukan Perbaikan

​”Ini ruas sangat luar biasa. Rawa Pitu ini penghasil komoditas utama, terutama padi. Kita ingin segera diperbaiki jalannya tahun ini supaya harga komoditas tidak nyungsep dan masyarakat bisa makmur,” ucap Gubernur Mirza dengan nada optimis.

Baca Juga  MUI Lampung Kecam Keras Insiden Penusukan Syeikh Ali Bin Jabir

“Ini sudah 30 tahun lebih mereka tinggal di sini, tidak pernah melihat jalan bagus. Setiap tahun hanya rusak dan rusak,” imbuhnya.

Eksekusi Nyata: Beton untuk Kesejahteraan