Nasional

Pengguna Motor Matik? 7 Kebiasaan Ini Patut Dihindari Agar Tidak Cepat Rusak

×

Pengguna Motor Matik? 7 Kebiasaan Ini Patut Dihindari Agar Tidak Cepat Rusak

Sebarkan artikel ini

4. Putar Gas Dalam-dalam di Awal

Hal ini sering ditemukan ketika pengendara berhenti di lampu lalu lintas. Saat lampu berpindah ke hijau, pengendara matik langsung tancap gas dalam-dalam.
Kebiasaan ini bisa memicu kerusakan pada komponen v-belt, roller, dan pastinya konsumsi BBM akan boros.

5. Mematikan Mesin dengan Standar Samping

Fitur side stand switch adalah fitur keamanan untuk mencegah motor menyala ketika standar samping masih turun. Tapi kehadiran fitur ini justru digunakan untuk mematikan mesin motor. Ketika standar samping ditegakkan, mesin memang akan mati, tetapi instrumen lain seperti lampu depan belakang, speedometer tidak langsung mati. Nah, instrumen tadi butuh daya pada komponen aki.

6. Malas Ganti Oli CVT Motor Matik
Pemilik motor matik cenderung fokus hanya mengganti oli mesin saja. Padahal kualitas oli transmisi punya peran penting untuk menjaga komponen dalam CVT atau gearbox. Penggantian oli CVT disarankan tiap 8 ribu km sekali. Namun, ketika motor digunakan menerjang banjir harus segera diganti.

7. Abai Kebersihan Komponen CVT
kebiasaan malas membersihkan atau mengecek komponen dalam CVT. Seperti yang diketahui, motor matik digerakkan oleh v-belt dan pulley. Menjaga performa CVT perlu dilakukan agar gejala gredek saat akselerasi awal tak terjadi.

Selain itu komponen kampas kopling juga akan tetap baik, nah jika bermasalah akan menimbulkan bunyi bising seperti decitan atau gesekan besi. (FO/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *