Uncategorized

Platform NFT Setop Penjualan Lantaran Banyaknya Karya Plagiat

23
×

Platform NFT Setop Penjualan Lantaran Banyaknya Karya Plagiat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi NET. (Pixabay)

5W1HIndonesia.id, Gadget – Plagiarisme rupanya tidak hanya terjadi pada sebuah karya seni fisik, hal itu juga terjadi secara digital. Platform NFT baru-baru ini dikabarkan mengumumkan penghentian sebagian besar penjualan karena platformnya dipenuhi plagiarisme karya seni digital.

Dilansir dari Kumparan, pernyataan itu diumumkan oleh Cent merupakan marketplace yang menjual NFT tweet Jack Dorsey senilai 2,9 juta dolar AS pada tahun lalu.

Baca Juga  Hari Akreditasi Dunia 2025, Akreditasi Perkuat Daya Saing UMKM Menuju Pasar Global

Namun, sejak 6 Februari 2022, marketplace tersebut menghentikan transaksi di platformnya karena dipenuhi karya seni plagiat.

“Ada spektrum aktivitas yang terjadi yang pada dasarnya tidak boleh terjadi – seperti, secara hukum,” kata co-founder sekaligus CEO Cent, Cameron Hejazi, kepada Routers dari Kumparan.

Cent menerangkan jika kasus ini terus berlangsung makan NFT dapat dipenuhi aset digital palsu.

Baca Juga  Bersama Masyarakat, Pj Gubernur Lampung Lakukan Aksi Bersih-bersih Pantai di Pantai Payang Panjang Sukaraja

“Itu terus terjadi. Kami akan melarang akun yang menyinggung tapi itu seperti kami sedang bermain game whack-a-mole. Setiap kali kami mencekal satu, yang lain akan muncul, atau tiga lagi akan muncul,” terang dia.

Menurut Routers, ini bukan kali pertama marketplace NFT mengalami isu plagiarisme karya seni digital.

Sebelumnya, marketplace NFT terbesar di dunia, OpenSea, mengatakan pada Januari lalu bahwa 80 persen NFT yang dicetak secara gratis di platformnya merupakan karya yang diplagiasi, koleksi palsu, dan spam.

Baca Juga  HP 5G, Gaming dan Layar Lipat Makin Diminati Orang Indonesia

Meski menyetop sebagian besar penjualan NFT, Cent masih menjual NFT tweet yang mereka anggap berharga. Pada 2021, penjualan NFT di seluruh dunia mencapai 25 miliar dolar AS, menurut data pemantau pasar DappRadar. (FO/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *