LampungLampung TengahPemerintahan

PM-AAS dan POC Dongkrak Produktivitas Padi, Gubernur Lampung Perkuat Kemandirian Petani

×

PM-AAS dan POC Dongkrak Produktivitas Padi, Gubernur Lampung Perkuat Kemandirian Petani

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Panen Padi Model Program Pertanian Modern PM-AAS yang dilaksanakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Panen Padi Model Program Pertanian Modern PM-AAS yang dilaksanakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung

Target tersebut akan didukung melalui berbagai strategi, antara lain peningkatan produktivitas, peningkatan indeks pertanaman (IP), penguatan irigasi, penggunaan benih unggul, serta perluasan penerapan teknologi pertanian modern.

Dengan semakin luasnya penerapan PM-AAS dan peningkatan indeks pertanaman, Gubernur optimistis produksi padi Lampung dapat terus meningkat.

“Ketika PM-AAS ini lebih banyak diterapkan di seluruh sawah di Provinsi Lampung, dan IP juga naik tahun depan, saya yakin kita bisa sampai 4 juta ton,” ujarnya.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal juga menegaskan Lampung Tengah memiliki posisi strategis dalam pembangunan pertanian Lampung. Sekitar 20 persen petani di Provinsi Lampung berada di Kabupaten Lampung Tengah.

“Kalau memajukan Provinsi Lampung, tengahnya Lampung yaitu Lampung Tengah ini harus didongkrak, harus dimajukan,” tegasnya.

Karena itu, Pemprov Lampung juga tengah mencari mekanisme agar dapat turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan infrastruktur jalan desa yang menjadi penunjang aktivitas masyarakat dan sektor pertanian.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan Pemprov Lampung akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pertanian yang produktif, modern, dan berkelanjutan.

“Ini adalah kesempatan emas bagi Provinsi Lampung untuk meningkatkan kesejahteraannya,” tandas Gubernur.

Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) dan Swasembada Pangan Provinsi Lampung Tin Latifah menyampaikan bahwa Lampung merupakan salah satu dari lima besar provinsi pendukung produksi pangan nasional.

Karena itu, keberhasilan peningkatan produktivitas di Lampung memiliki arti strategis bagi pencapaian swasembada pangan nasional.

“Lampung menjadi salah satu penyokong capaian produksi nasional, masuk lima besar provinsi pendukung produksi nasional. Jadi kalau Lampung terpuruk, nasional juga ikut terpuruk,” ujarnya.

Tin mengapresiasi dukungan Gubernur Lampung melalui program pupuk organik cair yang dinilai menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap petani.

Ia berharap keberhasilan PM-AAS di Seputih Raman dapat menjadi penyemangat untuk memperluas penerapan teknologi tersebut di wilayah lain.

“Selama ini kita meragukan produktivitas padi itu tidak bisa lebih dari 10 ton kalau bukan benih padi hibrida. Ternyata ini bisa,” katanya.

Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pertanian di Lampung Tengah.

Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung Endro Gunawan mengatakan pelaksanaan demfarm PM-AAS di Rama Nirwana mendapat dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Tengah, Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia, BBWS Mesuji Sekampung, PLN, penyuluh, hingga kelompok tani dan gapoktan.

Selain penerapan teknologi budidaya, dukungan juga diberikan melalui bantuan combine harvester, drone sprayer, irigasi perpompaan, listrik masuk sawah, benih unggul, serta sarana produksi pertanian.

Ia menyebut produktivitas rata-rata 11,2 ton per hektare menjadi hasil yang sangat menjanjikan, terutama karena pelaksanaan demfarm berlangsung pada kondisi kemarau.

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain di Provinsi Lampung. (Rls/SA)