“Karena Pemkot Metro merupakan salah satu pemegang saham di Bank Lampung, sehingga korelasinya sangat erat. Sehingga kita menggunakan dana CSR untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Metro,” tambahnya.
Tendiyan juga mengungkapkan bahwa proyek pembangunan Tugu Pena Metro tersebut hanya menggunakan dana yang bersumber dari CSR Bank Lampung.
“Murni dari dana CSR Bank Lampung, karena dana CSR adalah hak dari pemerintah kota atau kabupaten maupun provinsi. Jadi Bank Lampung memiliki kewajiban untuk membantu, mensupport visi dari kepala daerah,” terangnya.
Ia juga mengklaim bahwa CSR yang diberikan Bank Lampung telah membantu Pemkot Metro dalam meringankan beban Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami juga ingin ikut membantu Kota Metro. Apa sih pembangunan yang bisa kita jalankan, dengan meringankan beban APBD. Wujudnya tentu dengan memanfaatkan dana CSR yang ada,” tandasnya.
Salah seorang tokoh masyarakat Kota Metro, Ridwan Sori Maoen Ali menilai bahwa pemugaran Tugu Pena seharusnya dilakukan sejak lama.
“Tugu Pena memang sudah sangat layak direnovasi, mengingat volume kendaraan yang semakin meningkat demi memperlancar arus lalu lintas. Jadi untuk renovasinya selain harus memperhatikan aspek keselamatan juga aspek keindahannya,” jelas dia.
Pria yang juga mantan anggota legislatif beberapa periode di Metro itu pun mengutarakan dukungannya kepada Pemkot dalam merenovasi Tugu Pena Metro.
“Apabila renovasi Tugu Pena sudah dilakukan berdasarkan kajian dan aturan yang berlaku tentunya harus didukung sepenuhnya, apalagi tujuannya demi keselamatan warga Kota Metro saat berkendara,” pungkasnya. (Adv/SA)











