Bandar LampungLampungPemerintahan

Rakor Penanganan Banjir, Pemprov Lampung Libatkan BBWS hingga BPBD

×

Rakor Penanganan Banjir, Pemprov Lampung Libatkan BBWS hingga BPBD

Sebarkan artikel ini
Wagub Lampung Jihan Nurlela memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Wagub Lampung Jihan Nurlela memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, memaparkan sejumlah bencana banjir yang terjadi sejak Agustus hingga September 2025.

Di antaranya banjir di Tanggamus yang merendam 65 hektare sawah, banjir di Pesawaran yang menyebabkan longsor dan mengganggu akses transportasi, hingga banjir di Pesisir Barat yang merendam kantor pemerintahan.

Banjir di Suoh, Lampung Barat bahkan mengakibatkan lima rumah hanyut. “Banjir tahun 2025 jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2024, disebabkan adanya anomali cuaca yang diprediksi BMKG,” jelas Rudy.

BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini bahwa musim penghujan akan berlangsung mulai dasarian II Oktober hingga awal 2026. Untuk itu, BPBD Lampung bersama BNPB menyiapkan langkah mitigasi lanjutan, termasuk asesmen lapangan yang melibatkan tenaga ahli.

Kepala Dinas PSDA Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menambahkan pihaknya sedang melakukan normalisasi aliran sungai secara masif bersama pemerintah kabupaten/kota dan BBWS.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung memastikan kesiagaan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir, termasuk logistik obat-obatan dan fasilitas kesehatan.

Menutup rapat, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, meminta seluruh organisasi perangkat daerah segera menindaklanjuti hasil koordinasi untuk memperkuat mitigasi sekaligus mempercepat respons darurat banjir di seluruh wilayah Lampung. (Rls/SA)