Kegiatan ini diselenggarakan tanggal 3-5 Juli 2023 dimana Provinsi Lampung sebagai tuan rumahnya.
“Suatu kehormatan bagi Pemerintah Provinsi Lampung, kembali dipercaya untuk menerima kehadiran saudara-saudara delegasi daerah anggota FKD-MPU, setelah sebelumnya di tahun 2018 lalu di tempat yang sama, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Gubernur ke-18 FKD-MPU,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, dihadapan para anggota FKD-MPU, Qudrotul menjelaskan pencapaian pembangunan dan potensi yang ada di Provinsi Lampung.
Seperti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang merupakan sektor yang memiliki kontribusi paling besar terhadap PDRB Provinsi Lampung, dengan share mencapai 27,90 persen.
“Disusul oleh sektor industri pengolahan sebesar 18,55 persen dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,20 persen,” ujarnya.
Qudrotul menjabarkan seperti untuk produksi komoditas Padi atau Gabah Kering Giling (GKG) yang mencapai 2,66 juta Ton dengan luas areal panen 516,91 ribu Hektar.
Ini menempatkan Provinsi Lampung sebagai daerah sentra produksi Padi peringkat ke-2 se-Sumatra dan peringkat ke-6 Nasional.
Selanjutnya, produksi komoditas jagung yang mencapai 1,503 juta Ton, menempatkan Provinsi Lampung sebagai daerah sentra produksi Jagung Pipilan Kering peringkat ke-1 se-Sumatra dan peringkat ke-3 Nasional.











