Lalu produksi komoditas kedelai yang mencapai 9.815 Ton, menempatkan Provinsi Lampung sebagai daerah sentra produksi Kedelai peringkat ke-2 se-Sumatra dan peringkat ke-8 Nasional.
“Dan produksi komoditas Nanas yang mencapai 861.696 Ton menempatkan Provinsi Lampung sebagai daerah sentra produksi Nanas peringkat ke-1 Nasional,” jelasnya.
Qudrotul menuturkan untuk komoditi ekspor mayoritas Provinsi Lampung melalui Panjang, Pelabuhan dan Semangka Bay antara lainnya ekspor lemak dan minyak hewan/nabati, batu bara, kopi, teh dan rempah-rempah, olahan dari buah dan sayuran serta ekspor Ikan dan udang.
“Dengan negara tujuan ekspor mayoritas menuju Amerika Serikat, India, Tiongkok, Italia, Pakistan, Belanda dan Korea Selatan,” tandasnya
Kegiatan Rapat Gabungan FKD-MPU ke-23 ini dalam rangka menindaklanjuti Hasil Rapat Kerja Gubernur FKD-MPU ke- 23 di Kota Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung.
Kegiatan ini diikuti oleh para Asisten Sekretaris Daerah beserta Kepala Perangkat Daerah Provinsi terkait anggota FKD-MPU, Sekretaris Daerah beserta Kepala Perangkat Daerah Kabupaten/Kota se-Lampung dan Ketua Kadin Provinsi anggota FKD-MPU.
Dalam kegiatan itu, dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama antar Kepala Perangkat Daerah Provinsi anggota FKD-MPU.
Diantaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Satpol PP. (Rls/SA)











