Bandar LampungLampung

Eva Dwiana Dorong Pengentasan Kasus Stunting di Bandar Lampung

29
×

Eva Dwiana Dorong Pengentasan Kasus Stunting di Bandar Lampung

Sebarkan artikel ini
Eva Dwiana bersama stakeholder terkait menanda tangani komitmen bersama penanganan stunting || Foto: 5w1hindonesia.id
Eva Dwiana bersama stakeholder terkait menanda tangani komitmen bersama penanganan stunting || Foto: 5w1hindonesia.id

5w1hindonesia.id, Bandar Lampung – Walikota Eva Dwiana menginstruksikan kepada seluruh jajaran OPD dan stakeholder terkait untuk berkolaborasi menurunkan angka stunting melalui program rembuk stunting di Bandar Lampung.

Hal tersebut diungkapkan oleh orang nomor satu di kota Tapis Berseri pada acara Rembuk Stunting, Aksi ke-3 Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Bandar Lampung pada, Senin (1/8/2022).

Menurut Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 prevalensi stunting Kota Bandar Lampung sebesar 36,1% dan prevalensi tahun 2021 ini turun sekitar 40 persen pada tahun 2021 menjadi 19,4 persen.

Baca Juga  Cegah Banjir, Pemkot Bandar Lampung Pasang Box Culvert di Selat Malak

Eva Dwiana mengklaim, saat ini Bandar Lampung berada di angka prevelansi stunting 14,4 persen. Oleh karenanya, Melalui rembuk stunting, Wali Kota Eva Dwiana meminta percepatan pencapaian target penuruan angka prevalensi stunting.

“Supaya target kita 2023 teratasi. Ditambahkan Rp2 miliar lagi untuk gizi. Bunda berharap BKKBN mulai bergerak secara bertahap bisa menurunkan sampai zero atau 0, untuk stunting ini,” kata Eva Dwiana.

Baca Juga  40 Orang Terima Vaksin Covid-19 Dosis Kedua di Bandar Lampung

Untuk saat ini, Eva menuturkan pihaknya telah melakukan pemantauan gizi anak melalui posyandu, poskeskel, dan 31 puskesmas yang ada di kota Bandar Lampung.

Namun Eva Dwiana meminta agar target 0 persen stunting harus bisa tercapai dengan kolaborasi antara BKKBN dengan stake holder terkait, dalam mengatasi stunting dan gizi anak Bandar Lampung.

“Mudah-mudahan ini segera turun dan kita mencapai target nol persen. Bunda berharap juga dari BKKBN kalau bisa 3 hari sekali kumpul dengan posyandu, berikan yang terbaik untuk anak-anak kita dan juga komunikasi yang baik dengan PP dan KB,” jelas Eva.

Baca Juga  Menu Olahan Pindang Tersedia di Warung Rakyat, Kuy Merapat!

Kedepan, pemkot Bandar Lampung akan menambahkan anggaran sebesar Rp 5 miliar jika penangan stunting saat ini bisa mencapai target.

“Kita lakukan secara bertahap, bekerjasama yang baik. Nanti insyaallah, saat ini dua miliar dulu. Kedepan kita tambahkan 5 miliar lagi untuk anak-anak yang ada di kota Bandar Lampung,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *