Lalu, menurut Fahrizal agar dilaksanakan pendidikan politik bagi pemilih dengan memprioritaskan segmen pemilih pemula, pemilih perempuan, kelompok marginal, dan penyandang disabilitas.
Ia menekankan pentingnya menjaga netralitas TNI/POLRI, ASN dan penyelenggara Pemilu.
“Demi menciptakan pemilu yang mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, professional, akuntabel, efektif dan efisien,” ujarnya.
Terakhir, Fahrizal mengajak untuk dapat meningkatkan sinkronisasi dan integrasi serta interkoneksi antar Forum Koordinasi Pimpinan di daerah (Forkopimda) dengan forum-forum komunikasi lainnya.
“Seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Koordinasi Pemberantasan Terorisme (FKPT), Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK), Tim Pengawasan Ormas, dan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen. Pol. Helmy Santika mengatakan jelang perhelatan pesta demokrasi, sangat dibutuhkan peran aktif dan sinergitas dari berbagai pihak untuk mengamankan serta mensukseskan gelaran Pemilu serentak 2024 yang aman dan damai.
Seperti diketahui, Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta pemilihan anggota legislatif yang akan digelar pada tanggal 14 Februari 2024 dan Pilkada pada tanggal 27 November 2024.
“Untuk itu melalui kegiatan apel 6 pilar yang dilaksanakan pada hari ini bertujuan menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif serta mewujudkan pemilihan umum tahun 2024 yang aman, tertib dan bermartabat di wilayah Lampung,” ujar Helmy.
Helmy meminta kepada 6 pilar personel TNI Polri dan ASN untuk terus memegang teguh komitmen netralitas pada setiap tahapan Pemilu dan tidak terlibat politik praktis dalam bentuk apapun.
Ia juga mendorong seluruh jajaran untuk mengetahui setiap tahapan pelaksanaan Pemilu 2024 sehingga dapat memetakan potensi kerawanan yang ada.











