Sementara itu, Ketua Umum MPAL Kabupaten Pesawaran, Farifki Zulkarnayen Arif gelar Suntan Junjungan Makha, mengatakan bahwa selain silaturahmi dan kebersamaan, kegiatan ini juga untuk memperingati Malam Ganjil atau Malam Lailatul Qadar pada Bulan Suci Ramadhan 1445 H.
“Ini merupakan bentuk kebersamaan, perhatian, serta kepedulian Bupati terhadap MPAL Pesawaran. Selain itu, silaturahmi ini sengaja dilakukan di penghujung Ramadhan mendekati hari Raya Idul Fitri, karena biasanya masyarakat adat itu menjelang malam Lailatul Qadar, membakar ondom atau batok kelapa, yang disusun 30 kemudian dibakar untuk menyambut malam Lailatul Qadar,” katanya.
Dia berharap, baik pengurus MPAL maupun masyarakat Kabupaten Pesawaran ke depannya dapat menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari.
“Selain itu, adat istiadat juga bisa menjadi identitas diri masing-masing di setiap kecamatan se-Kabupaten Pesawaran,” tandasnya.
Dia menambahkan bahwa silaturahmi ini diisi dengan pemberian santunan untuk anak yatim piatu.
“Semoga santunan ini dapat sedikit membantu meringankan beban dari anak yatim piatu,” pungkasnya.
Hadir juga jajaran Kepala OPD di lingkup Pemkab Pesawaran, Camat Gedong Tataan, Pembina, Penasehat MPAL, Para Punyimbang, dan para tuha raja. (Rls/SA)











