Bandar LampungLampungPemerintahan

Sinergi Pemprov Lampung, Kementan, dan PLN Wujudkan Pertanian Berbasis Teknologi dan Energi

31
×

Sinergi Pemprov Lampung, Kementan, dan PLN Wujudkan Pertanian Berbasis Teknologi dan Energi

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung bersama Kementerian Pertanian dan PT PLN (Persero) berkomitmen memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui program Electrifying Agriculture dan pompanisasi || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Pemprov Lampung bersama Kementerian Pertanian dan PT PLN (Persero) berkomitmen memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui program Electrifying Agriculture dan pompanisasi || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

“Insya Allah kalau kita terus kompak terus berjuang berkolaborasi sinergi dengan seluruh rekan-rekan baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun dengan BUMN dan rekan-rekan sekalian insyaallah kita tidak lama lagi akan mendapatkan kemajuan di provinsi Lampung,” pungkasnya.

Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program pemerintah di bidang pertanian.

“Program pompanisasi Electrifying Agriculture ini sesuatu yang memang kami PLN akan sangat support penuh,” tegasnya.

“Apalagi saat ini pendekatan daripada manajemen PLN adalah sekarang melayaninya secara compassionate artinya kita tidak menunggu pelanggan untuk dilistriki tetapi kita akan bersama-sama pelanggan untuk turun ke lapangan memberikan solusi kebutuhannya apa supaya kita bisa mendorong kemandirian energi swasembada sesuai arahan pak Prabowo ini akan kami support betul,” sambungnya.

Baca Juga  Rutan dan Dinkes Kota Lakukan Pemeriksaan Cegah HIV/AIDS

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Informasi, Hermansyah dalam kesempatan tersebut juga meyakini bahwa melalui dukungan PLN akan dapat meningkatkan produktivitas melalui inovasi teknologi di Provinsi Lampung.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, Rizky Mochamad dalam paparannya menyampaikan bahwa saat ini PLN UID Lampung telah merealisasikan Program Electrifying Agriculture di Provinsi Lampung di seluruh Kabupaten dengan memberikan dukungan kelistrikan kepada 4.251 Pelanggan dengan total kapasitas 24,61 MVA sampai dengan Tahun 2024.

Pada tahun 2025 Rencana Program Pompanisasi Persawahan Kementerian Pertanian secara nasional sebanyak 4.328 lokasi dengan jumlah titik lokasi di Provinsi Lampung sebanyak 427 lokasi yang terbagi dalam 3 prioritas sebagai berikut :

Baca Juga  Gubernur Lampung Lepas Kontingen Korpri Provinsi Lampung Ke Pornas XVII

a. Prioritas 1 kategori tanpa memerlukan perluasan jaringan sebanyak 12 lokasi.

b. Prioritas 2 kategori pembangunan jaringan < 200 Meter sebanyak 63 lokasi.

c. Prioritas 3 kategori Pembangunan jaringan > 200 Meter sebanyak 352 lokasi.

Program Pengembangan Kawasan Electrifying Agriculture telah dimulai dengan :

a. Program Optimasi Lahan Non Rawa dari Dinas KPTPH (Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura) Provinsi Lampung sebanyak 142 Lokasi dengan potensi kapasitas daya sebesar 0,31 MVA

b. Program Rehabilitasi Sumur JIAT (Jaringan Irigasi Air Tanah) dari Kementerian Pekerjaan Umum, Balal Besar Wlayah Sungal Mesuji Sekampung sebanyak 54 Lokasi dengan potensi kapasitas daya sebesar 1,24 MVA

c. Rencana Pengembangan Smart Farming berlokasi di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan akan dibangun pada tahan seluas 1.335 hektare yang dituangkan dalam roadmap sebagai berikut:

Baca Juga  PLN Jadi Narasumber Seminar Nasional, Unila Ingin Mahasiswa Paham Tentang Energi Berkelanjutan

– Rencana jangka pendek sudah selesai pada Bulan Juli dangan perbaikan jaringan sambungan APP eksisting pelanggan dengan pembangunan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) serta pemasangan SuperSUN

– Rencana jangka menengah dengan Pembangunan konstruksi JTM (4,7 kms), JTR (4,1 kms), dan penambahan kapasitas trafo sebesar 400 KVA.

– Rencana jangka panjang, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan dinas terkait menyusun rencana infrastruktur jaringan listrik sesuai dengan Grand Design Smart Farming.

d. Program Gerakan Listrik Masuk Sawah di Kabupaten Pringsewu sebanyak 46 lokasi yang tersebar pada 37 desa.

PLN UID Lampung mengembangkan konsep PLN Sustainable Agriculture Ecosystem sebagai solusi pengembangan pertanian di masa depan. (Rls/SA)