Ellyas juga mencoba melancarkan serangan hook kanan, namun Chun berhasil menghindar.
Namun, Ellyas berhasil menjatuhkan Chun dengan hook kiri ke rahangnya.
Meskipun Chun telah memenangkan lima pertarungan sebelumnya, Ellyas tidak gentar menghadapinya.
Dia telah bersiap untuk pertarungan tersebut dengan melakukan latihan selama enam bulan di bawah bimbingan pelatih Simson Tambunan.
Setelah mengalahkan Chun pada tahun 1985, Elly mempertahankan gelar juaranya dalam satu pertandingan sebelum akhirnya harus menyerahkannya kepada Cesar Polanco.
Ellyas Pical berhasil meraih gelar juara dunia IBF di kelas bantam pada tahun 1985, menjadikannya sebagai petinju Indonesia pertama yang meraih prestasi tersebut.
Pada tahun 1989, Elly berhasil mengalahkan petinju Korea Selatan, Tae Il Chang, dan mempertahankan gelar juaranya setelah melalui tiga pertandingan.
Namun, gelar juaranya kemudian direbut oleh petinju Kolombia, Juan Polo Perez, pada 14 November 1989.
Selama karirnya di dunia tinju, Ellyas Pical telah bertanding sebanyak 26 kali, dengan 20 kemenangan, 1 imbang, dan 5 kekalahan. Dia kemudian pensiun dari tinju pada usia 32 tahun.
Pada tahun 2016, pada usia 55 tahun, Ellyas mencoba kembali ke dunia tinju dengan menghadapi Feras Taborat dalam pertandingan “Legendary Match” yang merupakan bagian dari acara Road to The World Champions: Daud Yordan Vs Kato Yoshitaka.
Itulah jadwal tayang Film Ellyas Pical dan profil lengkap tentang Ellyas Pical. Selamat menonton!





