Sedangkan untuk jangka panjang, pembangunan jembatan baru saat ini sedang berlangsung dan akan memasuki tahap dua yang nantinya akan lebih tinggi dan lebar dari jembatan yang ada saat ini.
“Untuk saat ini kita sediakan jembatan dari kayu untuk memudahkan mobilitas warga di pulau pasaran jika air pasang dan menutupi jembatan yang melandai sepanjang 10 – 20 meter,” kata kepala Dinas PU Iwan Gunawan beberapa waktu lalu.
Selain itu, pemkot Bandar Lampung dikabarkan akan membangun tanggul untuk menghalau air masuk ke pulau pasaran pada saat air pasang atau banjir rob.
Namun isu tersebut ditepis oleh Iwan Gunawan, mengingat aturan tentang pengelolaan pulau pasaran.
“Belum ada arah kesana, kita lihat dulu aturannya itu pulau ada pada siapa pengelolaannya. Tapi kalau pun memang diperlukan, kita siap untuk anjukan ke pihak yang berwenang untuk itu,” terang Iwan.
Selain itu, adanya keluhan terkait pengadaan saluran drainase yang kurang baik di pulau tersebut menjadi faktor sulit air untuk surut saat banjir rob.











