5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Sebagai umat muslim yang beriman, tahap kehidupan setelah kematian harus diketahui dan diyakini sepenuh hati. Perlu diingat, salah satu rukun iman menurut Islam adalah iman kepada hari akhir.
Karena itu, setiap hamba Allah wajib percaya akan adanya kehidupan setelah mengalami kematian. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait tahapan kehidupan usai kematian, yuk simak pembahasan berikut.
Tahap Kehidupan Setelah Kematian yang Perlu Diketahui
Umat muslim sudah sepatutnya percaya bahwa kehidupan setelah kematian adalah nyata dan menjadi bagian penting dari iman. Dalam Islam, tahapan kehidupan usai kematian berfungsi sebagai pengingat untuk menjalani hidup dengan benar dan mempersiapkan akhirat.
Al-Qur’an dan hadis sendiri sudah memberikan petunjuk dan rincian mengenai tahapan kehidupan setelah mengalami kematian. Adapun beberapa tahapan yang akan dijalani manusia setelah mati, di antaranya:
1. Alam Kubur atau Alam Barzah
Saat berada di alam kubur, manusia akan bertemu dengan dua malaikat, yaitu Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir. Dua malaikat yang diutus oleh Allah SWT ini bertanya pada manusia mengenai agama.
Malaikat Munkar dan Nakir bertanya siapa Tuhan mereka, apa agama yang mereka percayai, apa kitab yang mereka baca, dan siapa Nabi mereka. Manusia akan terus berada di alam kubur hingga tiupan sangkakala berbunyi.
2. Hari Kebangkitan
Setelah tiupan sangkakala oleh Malaikat Israfil, dunia akan mengalami kiamat dan seluruh makhluk hidup pun binasa. Kemudian, Malaikat Israfil akan meniupkan kembali sangkakala kedua yang membangktkan semua makhluk hidup di dunia dan menjadi tanda hari kebangkitan dimulai.
3. Padang Mahsyar
Manusia yang sudah bangkit akan ditempatkan di sebuah tempat bernama Padang Mahsyar. Padang Mahsyar sendiri merupakan tempat datar yang sangat luas dan kering dengan matahari hanya berjarak satu jengkal dari kepala manusia serta terus menyinari padang tersebut.
Saat berada di Padang Mahsyar, orang-orang kafir dan musyrik akan merasa sangat kepanasan. Sementara itu, umat muslim yang beriman tidak merasakan panas sebab terlindung oleh Allah SWT.
Setiap manusia yang berada di Padang Mahsyar mulai diadili amal perbuatannya dengan iringi dua malaikat. Malaikat pertama bertugas sebagai pengiring manusia dan malaikat kedua bertugas sebagai saksi perbuatannya di dunia.
4. Hari Penimbangan atau Yaumul Mizan
Setelah dibangkitkan kembali di Padang Mahsyar, manusia dikumpulkan berdasarkan Nabinya. Para manusia akan berbaris dan menunggu yaumul mizan atau hari penimbangan, yakni ketika amalan yang dimiliki tertimbang baik dan buruknya.
5. Hari Perhitungan atau Yaumul Hisab
Lalu, perhitungan amal perbuatan manusia selama di dunia akan dilakukan pada hari perhitungan atau yaumul hisab. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Ghashiyah ayat 25-26 yang artinya, “Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka’”.







