5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Sebagai umat muslim, tata cara sholat hajat penting untuk diketahui. Pasalnya, sholat hajat merupakan salah satu ibadah sholat sunnah yang dilaksanakan untuk memohon kepada Allah SWT agar dikabulkan keinginannya.
Keinginan yang diminta dalam sholat hajat bisa berupa pekerjaan, jodoh, dan keberhasilan lain selama tidak keluar dari hukum syariat Islam. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait tata cara melaksanakan sholat hajat, yuk simak pembahasan berikut.
Niat dan Tata Cara Sholat Hajat
Tata cara melaksanakan sholat hajat tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya. Sholat hajat merupakan ibadah sunnah yang telah dicontohkan dan diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Niat untuk sholat hajat adalah “Usholli sunnattal haajati rok’ataini lillahi ta’aalla” yang artinya “Aku niat melaksanakan sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala”. Adapun tata cara menunaikan ibadah sholat hajat, di antaranya:
- Membaca niat sholat hajat terlebih dahulu.
- Kemudian, takbiratul ihram dan baca doa iftitah.
- Baca surat Al-Fatihah dan diikuti dengan salah satu surat pendek Al-Qur’an.
- Selanjutnya ruku’, i’tidal, dan sujud.
- Setelah itu, duduk di antara dua sujud lalu sujud kedua.
- Bangkit dan lakukan gerakan rakaat pertama sama seperti rakaat kedua.
- Duduk tasyahud akhir dan salam.
Umumnya, sholat hajat dikerjakan paling sedikit sebanyak dua rakaat. Setelah selesai sholat, maka bisa membaca doa yang diawali dengan istighfar sebanyak 100 kali atau minimal 33 kali. Kemudian, dilanjutkan sholawat atas Nabi Muhammad SAW dengan jumlah yang sama.
Waktu Mustajab untuk Sholat Hajat
Pelaksanaan sholat hajat juga berhujjah dengan firman Allah SWT yang berbunyi, “Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya (sholat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”. (QS. Al-Baqarah: 45)





