“Untuk di bulan Juni lalu kasusnya sebanyak 50 kasus, sedangkan di bulan Mei 101 kasus. Artinya mengalami penurunan angka jumlah dalam dua bulan terakhir ini,” bebernya.
Pihaknya meyakinkan bahwa kasus DBD di Bandar Lampung tidak akan sampai menjadi momok bagi masyarakat. “DBD insyaallah jangan sampai jadi momok karena di kita cukup tinggi, namun kita tetap hati-hati,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya tetap mengimbau kepada warga Kota Bandarlampung agar dapat selalu menjaga kebersihan lingkungan, sebagai salah satu upaya tindakan pencegahan terhadap penyebaran DBD.
“Kita selalu tekankan kepada masyarakat jaga kebersihan lingkungan dan lakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pembagian abate selalu kita berikan gratis di puskesmas,” tandasnya. (AI/SA)










