5W1HIndonesia.id, Gorontalo — Stan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menjadi salah satu pusat perhatian dalam gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.
Sejak dibuka, stan Lampung terus dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang ingin mengetahui lebih dekat inovasi pertanian unggulan yang dikembangkan di Provinsi Lampung, khususnya Pupuk Hayati Cair (PHC) yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Senin (22/6/2026).
Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang pelaksanaan pameran. Tidak hanya petani dan nelayan, berbagai kalangan mulai dari penyuluh pertanian, akademisi, pelaku usaha hingga perwakilan pemerintah daerah turut mengunjungi stan Lampung untuk memperoleh informasi mengenai manfaat dan proses produksi PHC yang telah diterapkan di sejumlah wilayah sentra pertanian di Provinsi Lampung.
PHC merupakan inovasi pertanian berbasis bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti air cucian beras dan air kelapa, yang diolah menjadi nutrisi tanaman ramah lingkungan.
Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sekaligus menekan biaya produksi pertanian.
Melalui program PHC, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong lahirnya sistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi nyata Lampung dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian yang efisien dan ramah lingkungan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebelumnya menegaskan bahwa program PHC dikembangkan untuk memperkuat kemandirian petani sekaligus menekan biaya produksi pertanian melalui pembangunan fasilitas produksi pupuk mandiri di berbagai daerah.
“Kami telah membangun fasilitas produksi mandiri di ratusan desa, dan Gapoktan itu dibekali agar bisa memproduksi sendiri kebutuhan pupuk mereka,” ucap Gubernur Mirza.
Menurut Gubernur Mirza, ketersediaan pupuk yang mudah dijangkau dan berbiaya rendah akan membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbesar keuntungan petani.
Karena itu, program PHC terus diperluas sebagai bagian dari strategi pembangunan pertanian yang berorientasi pada kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme pengunjung terhadap Stan Lampung menunjukkan semakin besarnya perhatian berbagai daerah terhadap inovasi pertanian yang dikembangkan di Provinsi Lampung.
Menurut Elvira, PHC merupakan salah satu bentuk transformasi sektor pertanian yang tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga membangun kemandirian petani melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan.
Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat diterapkan di berbagai daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.











