Sementara itu, Perwakilan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung, Sugito, mengungkapkan bahwa PHC telah memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama dalam memperbaiki kualitas lahan dan menekan biaya operasional usaha tani.
“Ini program unggulan Provinsi Lampung, programnya Pak Gubernur Mirza. Jadi PHC ini selain meningkatkan kesuburan tanah yang jenuh akibat pupuk kimia, inovasi PHC ini pun sekaligus memangkas biaya operasional petani,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan PHC mampu membantu memulihkan kesuburan tanah yang mengalami kejenuhan akibat penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang. Selain itu, tanaman menjadi lebih sehat dengan daun yang lebih hijau, batang lebih kuat, serta tingkat serangan hama yang cenderung menurun.
Dalam kesempatan tersebut, Kelompok Wanita Tani (KWT) Provinsi Lampung turut berpartisipasi dengan memamerkan berbagai produk olahan unggulan daerah, antara lain kopi bubuk khas Lampung, lada, aneka keripik, sale pisang, minuman rempah, tepung mocaf, susu bubuk, hingga alpukat Siger Mas yang menjadi salah satu komoditas unggulan Lampung.
Perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lampung Ester, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam PENAS XVII menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan hasil olahan dan produk pertanian perempuan tani Lampung kepada masyarakat luas.
“Melalui PENAS ini kami dapat memperkenalkan produk-produk unggulan hasil olahan kelompok wanita tani Lampung sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Kami berharap produk-produk lokal Lampung semakin dikenal dan mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok tani wanita,” ujarnya.
Partisipasi Lampung dalam PENAS XVII menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan berbagai inovasi daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia. Pemerintah Provinsi Lampung berharap keberhasilan penerapan PHC dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi yang sederhana, terjangkau, dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak swasta dan sponsor yang telah mendukung keikutsertaan Lampung pada PENAS XVII Tahun 2026 di Gorontalo, yaitu Bank Lampung, PT Bukit Asam, Great Giant Pineapple.
Lalu, PT Lambang Jaya, PT Pupuk Indonesia, PT Central Pertiwi Bahari, Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI), PTPN I Regional 7, PT Asia Makmur, BRI, JAPFA, PT Charoen Pokphand Indonesia, New Hope, Haida Bioteknologi Indonesia, CV Bumi Jaya Sejati, Maxxi, Green Coffee Exporters, Wong Coco, PT Putrabali Adyamulia, SJI dan Nestlé.
Keikutsertaan Provinsi Lampung pada PENAS XVII juga mendapat dukungan dari berbagai mitra pembangunan dan pemangku kepentingan sektor pertanian yang selama ini berkolaborasi dalam mendorong kemajuan pertanian daerah.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan berbagai inovasi unggulan Lampung kepada peserta dari seluruh Indonesia sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani dan masyarakat. (Rls/SA)











