Bandar LampungLampungPemerintahan

Telat Rampungkan Pengerjaan, Rekanan Pembangunan Flyover Sultan Agung Terancam Kena Denda

35
×

Telat Rampungkan Pengerjaan, Rekanan Pembangunan Flyover Sultan Agung Terancam Kena Denda

Sebarkan artikel ini

5W1Hindonesia.id, Bandar Lampung – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung memastikan bahwa pengerjaan proyek Flyover Sultan Agung dijatuhi adendum atau penambahan klausul perjanjian.

Pasalnya, pengerjaan proyek tersebut molor dari jangka waktu yang seharusnya.

“Ya dipastikan adendum. Adendum waktu,” ungkap Iwan Gunawan, Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Selasa (5/1/2021).

“Sekarang buka keppres tentang Covid-19 sebagai bencana non alam. Jadi kita memberi kompensasi kepada rekanan itu ada sekitar 14 hari,” lanjutnya.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Sabet Dua Penghargaan di Ajang Tribun Lampung Award 2021

Menurutnya, jika rekanan yang mengerjakan tersebut melewati ketentuan jangka waktu di dalam kontrak maka pengerjaan masih tetap berjalan.

“Pengerjaan ini terus, hanya saja rekanan dikenakan denda. Misalnya tinggal 5 persen dikali per 1000,” paparnya.

Ia mencontohkan misal ada pekerja  dengan nilai Rp 1 miliar yang pengerjaannya itu tinggal tersisa Rp 50 juta. Namun ternyata setelah diberikan kompensasi belum selesai juga.

Baca Juga  Vaksinasi Tahap Dua Dosis Kedua, Wali Kota Eva: Vaksinasi Covid-19 Dapat Menyentuh Seluruh Masyarakat

“Maka itu dikenakan denda Rp 50 juta/1000 perhari sampai selesai misal tiga hari selesai maka kali tiga hari,” beber Iwan.

Lanjut Iwan menerangkan bahwa proyek Flyover Sultan Agung merupakan proyek yang mengalami keterlambatan penyelesaian.

“Dari beberapa proyek yang belum selesai hanya flyover masih sekitar dua bulanan. Sekarang tinggal masang girder,” jelasnya.

Baca Juga  Soal Banjir Rob Pulau Pasaran, Kadis PU Bandar Lampung : Pulau Itu Kewenangannya ada di Siapa?

Menurutnya, pengerjaan saat ini tinggal pemasangan girder saja yang posisinya berada di atas rel.

“Itu kan ada rel sisi kanan kiri sudah selesai tinggal pasang girder di atas rel. Kira-kira bulan Januari 15 Januari mungkin girder sudah sampai di lokasi tinggal diangkat,” tandasnya. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *