Bandar LampungLampungPemerintahan

Tidak Hanya Ngopi, Pengunjung Lampung Fest Belajar Mengolah Limbah Kopi Jadi Produk Hijau

42
×

Tidak Hanya Ngopi, Pengunjung Lampung Fest Belajar Mengolah Limbah Kopi Jadi Produk Hijau

Sebarkan artikel ini
Suasana talkshow bertema Pengelolaan Limbah Kopi (Biochar) pada acara Lampung Fest 2025 || Foto: Istimewa
Suasana talkshow bertema Pengelolaan Limbah Kopi (Biochar) pada acara Lampung Fest 2025 || Foto: Istimewa

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Lampung Fest 2025 tak hanya menyuguhkan aroma kopi hangat dari deretan barista lokal.

Di Pavilion Kopi, Selasa (18/11/2025), pengunjung diajak melangkah lebih jauh, yaitu memahami bagaimana limbah kulit kopi dapat diolah menjadi biochar, produk hijau yang kini banyak dibicarakan dalam praktik pertanian berkelanjutan.

Dalam talkshow bertema Pengelolaan Limbah Kopi (Biochar), dosen Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Negeri Lampung, Sismita Sari, S.P., M.P., mengungkap potensi besar limbah kopi yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Baca Juga  Kopi Campur Cokelat bisa Meringankan Depresi dan Menurunkan Berat Badan

“Ada banyak sekali limbah kulit kopi di Lampung. Walaupun sudah ada berbagai cara pengelolaan, tetap saja sebagian besar terbuang,” kata Sismita.

“Biochar ini salah satu yang paling berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung ekonomi sirkular,” tegasnya, melanjutkan.

Biochar merupakan karbon berpori hasil proses pirolisis, pembakaran pada suhu tinggi dengan sedikit oksigen.

Baca Juga  Pemprov Lampung Umumkan Top 10 Brand Kopi Bubuk Robusta Lampung

Struktur porinya membuat biochar memiliki kemampuan menahan air, menyerap racun, meningkatkan pH tanah, serta menjadi tempat hidup mikroorganisme yang penting bagi siklus hara.

“Dia amandemen tanah yang fungsinya banyak. Biochar bisa meningkatkan kapasitas tukar kation, juga menciptakan tempat yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme yang tentunya membuat lingkungan tanaman menjadi sehat,” tutur Sismita.

Baca Juga  Gubernur Lampung Ajak Petani Kopi Binaan Nestle Dukung Program KPB

Lampung yang dikenal sebagai sentra kopi nasional masih menghadapi tantangan lahan marjinal dan tanah miskin nutrisi.

Biochar dengan kandungan karbon 60–90 persen dinilai dapat membantu memulihkan kondisi tersebut, sekaligus menjaga produktivitas perkebunan dalam jangka panjang.

Inovasi ini tidak berdiri sendiri. Di berbagai daerah penghasil kopi, biochar mulai dipromosikan sebagai strategi penyelamatan produktivitas kebun.