5W1HIndonesia.id, Artikel – Banyak masyarakat di Indonesia saat ini yang masih belum menikmati listrik khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terpencil (3T).
Sebut saja beberapa daerah seperti daerah Indonesia Timur masih ada yang sampai 3 hari gelap gulita tak menikmati listrik.
Tentunya, ini masih menjadi persoalan yang harus segera ditangani oleh PT PLN (Persero) sebagai perusahaan pemasok listrik di Indonesia.
Hal itu sejalan dengan upaya percepatan program peningkatan Rasio Elektrifikasi (RE) nasional yang sisa target pencapaiannya saat ini adalah daerah 3T, termasuk wilayah pulau kecil.
Yang perlu diperhatikan saat ini adalah masih adanya dua wilayah Indonesia yang capaian rasio elektrifikasinya masih di bawah rata-rata nasional yakni, Provinsi Nusa Tenggara Timur (85%) dan Papua (94%).
Lalu, langkah apa saja yang perlu dilakukan agar target rasio elektrifikasi hingga ke pelosok negeri ini tercapai?
Untuk itu, pemanfaatan energi baru terbarukan seperti hadirnya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berbahan bakar batu bara akan melengkapi rasio kelistrikan di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Atau melalui program listrik desa untuk membangun jaringan ke daerah-daerah terpencil tersebut dan memanfaatkan potensi energi lokal untuk dijadikan sumber listrik.
Lalu, PLN juga dapat bekerja sama dengan pihak swasta guna membantu memberikan pasokan listrik ke wilayah-wilayah terpencil.
Jika itu benar-benar tercapai dipastikan dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Indonesia khususnya di daerah-daerah pelosok mulai peningkatan perekonomian seperti industri rumah tangga dalam skala kecil bergerak.
Kemudian, di bidang pendidikan kegiatan belajar anak-anak di malam hari jadi meningkat karena listrik beroperasi optimal hingga 24 jam.
Harapannya, bila hal tersebut terpenuhi tentunya dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Indonesia terutama di wilayah-wilayah pelosok negeri ini. (SA)











