Bandar LampungEKBISLampungPemerintahan

Tinjau Pasar Natar, Gubernur Lampung Temukan Harga Minyak Goreng Lebih Tinggi dari HET

39
×

Tinjau Pasar Natar, Gubernur Lampung Temukan Harga Minyak Goreng Lebih Tinggi dari HET

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti khusus harga minyak goreng kemasan yang masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di Pasar Natar || Foto: Istimewa
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti khusus harga minyak goreng kemasan yang masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di Pasar Natar || Foto: Istimewa

5W1HIndonesia.id, Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan kunjungan ke Pasar Natar, Lampung Selatan, Jumat (22/8/2025) pagi.

Kunjungan untuk memantau harga kebutuhan pokok sekaligus berdialog dengan para pedagang.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Mirza menyoroti khusus harga minyak goreng kemasan yang masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.

Saat berdialog dengan pedagang, Gubernur Mirza mempertanyakan mengapa minyak goreng di Pasar Natar dipasarkan Rp 17.000 per liter.

Baca Juga  Panen Raya di Trimurjo, Lampung Siap Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan Nasional

“Kenapa minyak goreng masih di atas HET, padahal HET-nya Rp15.700? Kita ini produsen sawit besar, tapi kenapa harga minyak di Lampung justru lebih mahal?” tanya Gubernur.

Seorang pedagang menjawab bahwa harga tersebut dipengaruhi harga modal. “Modal kami sudah Rp 16.000, Pak. Jadi kalau dijual Rp 15.700 kami rugi. Barang pun kebanyakan kami ambil dari luar Lampung,” terang pedagang.

Baca Juga  Bersama Mendag, Gubernur Lampung Resmikan Dimulainya Revitalisasi Pembangunan Pasar Natar

Mendengar hal itu, Gubernur Mirza menekankan perlunya perbaikan tata niaga minyak goreng di Lampung agar distribusi lebih lancar dan harga sesuai aturan.

“Ini yang perlu kita benahi. Jangan sampai Lampung sebagai penghasil sawit, tapi masyarakatnya justru membeli minyak lebih mahal. Kita akan koordinasikan bersama kementerian dan Bulog,” tegasnya.

Baca Juga  Sekdaprov Fahrizal Hadiri Pelantikan Anggota DPRD PAW Zamzani Yasin

Selain persoalan minyak goreng, pedagang Pasar Natar juga menyampaikan keluhan terkait akses tangga ke lantai dua yang hanya tersedia satu.

Akibatnya, aktivitas jual beli di lantai atas relatif sepi. Gubernur berjanji mengkaji solusi penambahan akses agar pedagang di lantai atas juga bisa berkembang.