5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Komisi XII DPR RI mengapresiasi keandalan sistem kelistrikan di Provinsi Lampung dalam rangkaian Kunjungan Kerja Reses Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027.
Apresiasi tersebut disampaikan setelah Komisi XII meninjau kondisi sektor energi sekaligus mengevaluasi pelayanan energi kepada masyarakat di Provinsi Lampung.
Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan pelayanan dan penyaluran BBM di salah satu SPBU di Bandar Lampung pada Jumat (9/10/2026). Agenda kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung yang membahas berbagai isu strategis sektor energi di daerah.
Rapat kerja dipimpin Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, bersama anggota Komisi XII DPR RI. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Kementerian ESDM RI, BPH Migas, PT Pertamina Patra Niaga, PT PLN (Persero), PT PLN Nusantara Power, PT Bukit Asam Tbk, serta Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar.
Pembahasan mencakup ketersediaan dan distribusi BBM, pengawasan penyaluran BBM bersubsidi, keandalan sistem ketenagalistrikan, kesiapan pasokan energi primer, hingga pengembangan energi baru terbarukan.
Komisi XII juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah, regulator, dan badan usaha untuk memastikan pelayanan energi kepada masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi.
Pada sektor ketenagalistrikan, Putri mengapresiasi upaya PLN dalam menjaga kecukupan pasokan dan keandalan pelayanan listrik di Lampung.
“Laporan PLN UID Lampung sangat baik, baik dari sisi pasokan maupun keandalan listrik. Pasokannya aman dan tingkat keandalannya juga terjaga, artinya pemadaman dapat diminimalkan sehingga pelayanan kelistrikan kepada masyarakat tetap terjamin. Dari laporan yang kami terima dan pelaksanaan yang kami lihat, sejauh ini sudah berjalan dengan baik,” ucap Putri.
Berdasarkan data PLN UID Lampung hingga Agustus 2026, daya mampu sistem kelistrikan Lampung mencapai 1.836,9 megawatt (MW) dengan beban puncak tertinggi sebesar 1.532,12 MW.











