5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mencatat realisasi investasi semester I tahun 2026 mencapai Rp 7,3 triliun, dengan penyerapan 9.187 tenaga kerja.
Capaian itu disampaikan dalam amanat Gubernur Lampung yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Imam Ghozali pada apel mingguan di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Senin (12/10/2026).
Gubernur menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh perangkat daerah, Ia mengajak aparatur sipil negara (ASN) meningkatkan kualitas pelayanan serta integritas sebagai upaya mewujudkan Provinsi Lampung sebagai pusat investasi yang menarik, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.
Dalam amanatnya, Gubernur menyampaikan bahwa realisasi investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 2,1 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 5,2 triliun. Investasi itu menyerap 9.180 tenaga kerja Indonesia dan 7 tenaga kerja asing.
Menurutnya, capaian itu ditopang peningkatan infrastruktur, kualitas tenaga kerja, kemudahan regulasi, promosi investasi, serta koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
“Saya yakin capaian realisasi investasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh perangkat daerah melalui peningkatan infrastruktur, kualitas tenaga kerja, kemudahan regulasi, promosi investasi, serta koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” ujarnya.
Gubernur menegaskan bahwa investasi menjadi salah satu faktor utama dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. Investasi memacu pertumbuhan, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan negara, memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta inovasi, dan membangun infrastruktur yang berkelanjutan.











