Bandar LampungLampung

TKW Bandar Lampung Hilang di Malaysia! Disnaker: Nova Marnalia Diduga Korban Jalur Migran Ilegal

×

TKW Bandar Lampung Hilang di Malaysia! Disnaker: Nova Marnalia Diduga Korban Jalur Migran Ilegal

Sebarkan artikel ini

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandar Lampung angkat bicara terkait hilangnya seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Bandar Lampung, Nova Marnalia, di Malaysia. Pihak Disnaker menduga kuat kasus ini terkait dengan praktik keberangkatan Pekerja Migran Ilegal atau non-prosedural.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bandar Lampung, M. Kabul, mengungkapkan bahwa nama Nova Marnalia tidak terdaftar dalam sistem data Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) resmi Kota Bandar Lampung.

“Setelah kami cek bersama, nama yang bersangkutan tidak terdaftar dalam data CPMI Kota Bandar Lampung, baik yang didaftarkan secara perseorangan maupun melalui perusahaan agensi resmi,” ujar Kabul pada Senin (3/11/2025).

Indikasi Kuat Jalur Non-Prosedural

Kasus hilangnya TKW Nova Marnalia menjadi perhatian karena menguatnya dugaan penggunaan jalur keberangkatan tidak resmi. Menurut Kabul, ada dua kemungkinan mengapa data Nova tidak tercatat:

  1. Menggunakan Jalur Ilegal (Non-Prosedural): Berangkat tanpa melalui prosedur resmi pemerintah.

  2. Mendaftar di Luar Daerah: Nova adalah warga Bandar Lampung, namun mendaftar melalui agensi di luar Lampung, seperti Jakarta atau Surabaya, sehingga datanya tercatat di wilayah lain.

Kabul menegaskan bahwa praktik keberangkatan ilegal ini kerap menggunakan berbagai modus, termasuk jalur laut atau melalui perantara yang dikenal sebagai Tenaga Penghubung Pekerja (TPP).

“Masih ada saja pola pikir yang merusak, seperti jargon ‘kabur dulu aja.’ Nah, itu yang membuat sistem jadi kacau. Kadang data dimanipulasi atau diubah-ubah. Kasus seperti Nova ini hanya satu dari sedikit yang terdeteksi,” jelasnya, menyoroti risiko perlindungan yang minim bagi Pekerja Migran Ilegal.

Peralihan Tanggung Jawab dan Sosialisasi Prosedur Resmi

Kabul turut menjelaskan mengenai peralihan tanggung jawab perlindungan pekerja migran dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kepada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KPMI).

“Sekarang ini, kan, sudah ada KPMI… Seluruh urusan pekerja migran akan menjadi tanggung jawab KPMI mulai akhir tahun ini,” katanya.

Meskipun peralihan belum sepenuhnya efektif, Disnaker terus melakukan sosialisasi intensif. Pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu memahami dan mengikuti prosedur resmi keberangkatan.

Disnaker khawatir kasus-kasus serius seperti yang pernah terjadi di Kamboja akan terulang. Namun, ia bersyukur bahwa hingga saat ini, di Bandar Lampung belum ada laporan kecelakaan atau insiden serius (“Zero Accident”) terkait penempatan resmi. Kabul mengungkapkan, jika kasus Nova benar terjadi di wilayah Bandar Lampung, ini merupakan kasus pertama di tahun 2025.

Data Resmi dan Kontras Jumlah Ilegal

Berdasarkan data Disnaker Kota Bandar Lampung, sejak tahun 2024 hingga November 2025, tercatat sekitar 1.200 pekerja migran diberangkatkan secara resmi dan terverifikasi.

“Kalau yang ilegal atau non-prosedural, kami tidak tahu pasti. Tapi bisa jadi jumlahnya dua kali lipat dari itu,” ungkap Kabul, menunjukkan kontras yang mengkhawatirkan antara data resmi dan perkiraan jumlah keberangkatan Pekerja Migran Ilegal dari daerah tersebut.

Saat ini, hanya satu perusahaan agensi yang berkantor pusat di Bandar Lampung (PT Mitra Muda Reksa Mandiri), yang menangani penempatan ke Malaysia. Sementara 14 kantor cabang perusahaan lain melayani penempatan ke negara-negara lain, namun kantor pusatnya berada di luar Lampung.

Kronologi Hilangnya Dua TKW di Malaysia

Sebelumnya, Nova Marnalia asal Bandar Lampung dan Retina warga Lampung Selatan dilaporkan meninggalkan rumah majikan mereka di Malaysia pada Selasa malam (29/10/2025). Keduanya bekerja merawat hewan peliharaan.

Majikan keduanya mulai panik setelah menemukan rumah kosong dan salah satu ponsel tertinggal. Kecurigaan muncul setelah majikan memeriksa ponsel tersebut dan menemukan percakapan mencurigakan yang mengindikasikan janji bertemu dengan seseorang bernama “Bos Cina”. Majikan khawatir kedua TKW Hilang tersebut menjadi korban perdagangan manusia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KBRI di Malaysia maupun pihak keluarga. Kasus ini kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.